Praya, LombokInsider.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok – NTB, menegaskan komitmen ITDC untuk memberikan multiplier efek bagi masyarakat seputar kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan.

“Pembangunan Bazaar Mandalika ini kami lakukan berdasar arahan Presiden Joko Widodo saat membuka operasional KEK Mandalika pada Oktober tahun lalu dan saat ini sudah siap untuk diresmikan. Fasilitas umum keempat yang telah disiapkan ITDC di kawasan the Mandalika ini, dibangun sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan multiplier efek bagi masyarakat seputar kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

Kompleks Bazaar Mandalika dibangun diatas tanah seluas 2 hektar, dengan kapasitas 303 lot dan telah siap beroperasi. Bazaar Mandalika menjadi areal berdagang berupa kios/stall cindramata, kuliner dan jasa yang disiapkan untuk UKM yang tergabung dalam Asosiasi Asongan Mandalika (AAM) dan masyarakat yang berdomisili disekitar KEK Mandalika. Saat ini aneka makanan khas Lombok seperti Sate Rembiga hingga Ayam Taliwang dan kerajinan tangan khas Lombok sudah mulai berjualan di kios yang telah disediakan.

Diareal sekitar Bazaar juga dibangun juga areal parkir untuk kendaraan dan bus dengan daya tampung 513 mobil, 17 Bus dan 393 unit motor. Lokasi mandalika Bazaar ini sangat strategis yaitu terletak diantara masjid Nurul Bilad dan Kuta Beach Park Mandalika yang sudah beroperasi.

Sebelumnya, ITDC telah membangun sejumlah fasilitas umum pendukung antara lain Masjid Nurul Bilad berkapasitas 4000 orang, jalan dalam kawasan sepanjang 11 km, arena bermain anak-anak, tempat bilas, loker untuk menyimpan barang, dan toilet, serta Balai Penyelamatan dan Pengamanan Wisata (BALAWISTA). Kesiapan dan kelengkapan fasilitas di kawasan the Mandalika terbukti mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pada saat liburan Lebaran lalu, the Mandalika telah dikunjungi hingga 5.000 orang per hari.

Guna menambah kualitas kenyamanan bagi wisatawan, ITDC juga tidak hanya berfokus pada pembangunan dan penataan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas masyarakat di sekitar kawasan atau desa penyangga, baik di the Mandalika maupun the Nusa Dua. Beragam pelatihan dan pendidikan bagi warga sekitar rutin dilakukan oleh ITDC di setiap destinasi wisata yang dikembangkannya, seperti pelatihan memasak, pelatihan sadar wisata, pemberian beasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata, pelatihan bahasa Inggris, sertifikasi pertukangan, serta pelatihan nursery.

“Peningkatan kapasitas masyarakat ini mutlak diperlukan agar masyarakat sekitar destinasi pariwisata yang kelola dapat merasakan manfaat secara langsung dan tidak hanya menjadi penonton dalam pengembangan kawasan. Diharapkan melalui pelatihan yang kami berikan, masyarakat dapat berperan aktif dalam pengembangan kawasan ini,” tegas Abdulbar.

Selain itu, di usia ke 45 tahun ini, ITDC juga terus fokus untuk menunaikan tiga tugas utamanya yaitu percepatan pembangunan The Mandalika, optimalisasi The Nusa Dua dan pengembangan destinasi pariwisata baru.

Pengembangan The Mandalika terus dipercepat dengan menarik investor untuk menanamkan modal dengan menawarkan sejumlah insentif. Langkah ini terbukti berjalan dengan baik, tercatat hingga saat ini total investasi yang masuk the Mandalika telah mencapai Rp 17,7 triliun.

Investasi terbesar didapat dari Vinci Construction Grands Projets (VCGP) yang menempatkan investasi sebesar US$ 1 Milyar dalam 15 tahun ke depan guna mengembangkan District Entertainment & Sport di kawasan The Mandalika, mencakup street race circuit. Pengembangan infrastruktur di kawasan the Mandalika juga akan makin gencar dengan dukungan pendanaan oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai total USD 248,4 juta melalui program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP). (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com