Tanjung, LombokInsider.com – Dispar NTB dan Pemkab KLU terus melakukan pembenahan destinasi khususnya di Gili Trawangan. Setelah membongkar bangunan di daerah ROI pantai, untuk lebih memberi ruang publik yang lebih luas dan memperbaiki penampilan pantai di Trawangan pada Februari lalu, kini giliran rencana pembangunan ruang tunggu dan taman di dermaga Gili Trawangan.

Pembangunan Ruang Tunggu

“Seperti sebelumnya saat kita menertibkan ROI pantai, sekarang kita ingin membuat ruang tunggu penumpang dan juga taman, sehingga wisatawan yang datang merasa disambut, karena fasilitas yang ada memadai,” ujar HL. Moh. Faozal, Kadispar NTB pada acara relokasi pedagang di Trawangan, Sabtu (13/8).

Menurut Faozal, hal ini telah lama menjadi pembahasan bersama antara pihaknya dan Pemkab KLU. “Trawangan ini sudah lama dan sangat terkenal, namun sayang hingga detik ini belum punya ruang tunggu yang representative bagi wisatawan yang datang dan akan menyebrang,” lanjutnya.

“Selain ruang tunggu dan taman, rencananya juga akan ada Tourism Information Center (TIC) yang merupakan bagian dari ruang tunggu. Otomatis akan ada toiletnya, karena sejauh ini tidak ada toilet umum yang dapat digunakan oleh wisatawan yang baru saja tiba di Trawangan,” ungkap Faozal. Ruang tunggu ini juga dapat digunakan sebagai tempat menampilkan kesenian khas daerah dan informasi lainnya bagi wisatawan.

Relokasi Pedagang Kuliner

GRATIS. Seorang Pedagang Makanan Ringan Telah Mulai Mengisi Lapak yang Disediakan Dispar NTB.

 Sementara dari sekitar 10 lapak pedagang yang berjualan dan terdampak relokasi telah disediakan tempat baru di lapangan, sekitar 600 meter dari tempat sebelumnya.

“Jumlah mereka sebenarnya hanya sekitar 10 lapak, namun penataan meja makan yang membuat terlihat banyak. Sedangkan ditempat yang baru ini, dapat menampung sekitar 24 lapak,” katanya. Faozal menjelaskan selain sebagai pusat kuliner, rencananya tempat baru ini akan dijadikan sebagai pasar seni, sehingga dapat mengakomodir pedagang lainnya yang berniat jualan disana, juga akan ada panggung hiburan.

“Kami terus berupaya untuk melakukan dan meningkatkan penataan destinasi yang ada bekerjasama dengan pemda terkait, seperti pada Gili Trawangan ini. Karena seperti kita lihat sendiri, bahwa wisatawan yang datang terus meningkat apalagi di bulan Agustus-September,” tegas Faozal.

Bulan Agustus-September merupakan masa liburan di luar negeri, sehingga tingkat kedatangan wisatawan ke Gili Trawangan meningkat

Faozal mengatakan bahwa segera setelah relokasi berjalan 100 persen, maka kegiatan pembangunan ruang tunggu dan taman ini akan segera dimulai, karena anggaran sudah disiapkan oleh pihak Dispar NTB.

Kedepannya diharapkan Gili Trawangan sebagai pusat keramaian tiga gili yang ada di Utara Pulau Lombok ini, akan tertata dengan lebih baik dan rapi, sehingga memberikan dampak positif bagi wajah pariwisata di Trawangan pada khususnya dan NTB pada umumnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com