Mataram, LombokInsider.com – Sebagai salah satu daerah yang telah berhasil memperoleh predikat sebagai destinasi wisata halal kelas dunia pada 2015-2017, Lombok dan Sumbawa (NTB) terus membenahi diri sehingga predikat tersebut tidak hanya sekedar predikat.

“Hari ini kita bersama-sama dengan Tim Percepatan Destinasi Halal dari Kemenpar RI dan juga daerah menyusun strategi-strategi agar wisata halal dan konvensional yang ada dapat bersama-sama memberikan kontribusi terhadap target kunjungan wisatawan kita di 2019 yang mencapai 4 juta,” jelas HL. Moh. Faozal, Kepala Dinas Pariwisata NTB, disela-sela FGD Strategi Pariwisata Halal Lombok Sumbawa Menuju 4 Juta Wisatawan, di Hotel Lombok Astoria, Senin (18/3).

Faozal berharap bahwa adanya diskusi antara pihak tim percepatan destinasi halal dan pelaku pariwisata di Lombok Sumbawa dapat menghasilkan strategi yang jitu dalam menggaet muslim traveler khususnya untuk datang berkunjung ke NTB.

Anang Sutono, Ketua Tim Percepatan Destinasi Halal yang juga merupakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pengembangan Kawasan, Kementerian Pariwisata RI, mengatakan bahwa NTB memiliki segudang potensi destinasi wisata yang layak untuk dijual.

“Apa yang Lombok Sumbawa tidak punya, NTB is a perfect destination. Saat ini Kemenpar sedang menggalakan pariwisata berbasis digitalisasi dan juga penguatan 3 A (Akses, Amenitas dan Atraksi),” kata Anang.

Anang menyampaikan pesan dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, bahwa jika pariwisata kita ingin menjadi global player, harus menggunakan global standar.

“Untuk faktor akses, global standar itu diwujudkan dalam bentuk membangun International Airport di banyak tempat. Sementara dari sisi amenitas, ditandai dengan makin banyak dikembangkan hotel-hotel bintang yang berkelas internasional di berbagai destinasi. Ketiga adalah atraksi yang juga harus berkelas dunia,” lanjut Anang.

Selain itu menyangkut aksesbiliti, Anang menegaskan bahwa bandara di Indonesia dan di Lombok harus menjadi HUB atau memperbanyak direct flight dari negara asli wisatawan.

“Kita harus menjadi HUB dan perbanyak direct flight jika ingin banyak wisatawan datang, itu salah satu strategi yang jitu. Bisa kita ambil contoh bandara di Singapura, Changi, negara yang tidak besar tapi traffic penerbangan datang dan dari Changi tercatat sampai 60 juta wisatawan dalam setahun,” tegasnya.

Selain Anang, hadir sebagai pembicara adalah R. Wisnu Rahtomo, juga dari Tim Percepatan Destinasi Halal Kemenpar RI, Awan Aswinabawa dari GIPI, M. Tahrir dari Putri, Andi dari BPPD NTB dan juga Dr. Syauki dari UNRAM yang merupakan tim percepatan halal daerah. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com