Stand up comedy rasa Sumbawa

Sumbawa Besar, LombokInsider.com – Acara Stand Up Comedy Samawa Maras Bagesa (SAMARASA) berlansung sukses dan menarik minat banyak peserta dan penonton. Bahkan acara yang diisi oleh komedian lokal Sumbawa dari berbagai kecamatan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah pada acara penutupan yang berlangsung Rabu (31/8) memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara kegiatan tersebut.

“Sejak berlangsung malam minggu lalu, acara stand up comedy Bagesa Samawa ini selalu ramai disaksikan oleh masyarakat. Hal ini tidak lepas dari kemampuan para peserta dalam menyajikan joke-joke yang segar, yang dapat menghibur para penonton. Ini merupakan bukti bahwa daerah kita cukup banyak memiliki komika-komika yang handal dan kreatif,” katanya.

“Jika ditanya siapa orang yang tak suka tertawa? Mungkin kita tidak akan menemuinya. Karena tentunya semua orang sangat suka dengan kata yang satu ini, yakni tertawa. Sebab, dengan tertawa maka seseorang akan merasa hidupnya menjadi lebih hidup dan lebih bahagia. Sesudah seharian kita melakukan berbagai macam aktivitas yang menyita banyak waktu serta tenaga pastinya hiburan ketika kita bersantai sangatlah diperlukan. Kita dapat memperoleh hiburan lucu ketika kita berkumpul bersama kerabat, teman, serta keluarga dimana kita dapat saling bertukar cerita lucu baik itu sekadar bercerita rekayasa maupun memang cerita lucu yang secara tak disengaja pernah kita alami. Dengan adanya acara stand up comedy Bagesa Samawa yang telah berlangsung selama lima malam, kita dapat saling berbagi cerita-cerita lucu kepada masyarakat luas,” harap Wabup Sumbawa.

“Apalagi bagesa merupakan bagian dari kultur kita budaya Samawa yang di dalamnya ada nilai-nilai kearifan lokal. Dengan bagesa, kita dikenal sebagai tipe masyarakat yang terbuka dan ramah. Ini bisa juga dibuktikan dengan berbagai nama-nama desa yang unik yang ada di Kabupaten Sumbawa. Contohnya desa yang paling rajin Ai Puntuk. Desa yang banyak mobilnya Sedan. Desa yang merah-merah bibirnya, Mamak. Desa di luar angkasa Batu Bulan. Desa yang paling bawah Alas, Desa yang banyak orang muntah Ai Mual. Desa yang banyak buah-buahan Labu Sawo, Labu Punti, Labu Ai Paya. Desa yang banyak berasnya Labu Pade. Desa yang bau ikan Ngeru. Desa yang bingung nendang bola Kakiyang Kanan ato Kakiyang Kiri,” canda Haji Mo menutup sambutannya.

Keluar sebagai Juara pertama diraih oleh Satria Matic, juara kedua diraih oleh Nanda Solar, Juara Ketiga diraih oleh Bogel Labu, juara empat diraih oleh Dahlia Akbar, dan juara lima diraih oleh Umar. Pemenang Favorit diraih oleh Bogel Labu dan favorit versi Telkomsel diraih oleh Suhe Brang Biji.

Pewarta: Lukmanul Hakim

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono