Dompu, LombokInsider.com – Puncak Festival Pesona Tambora (11/4), telah sukses digelar kemarin. Suasana meriah dan gegap gempita mewarnainya, ribuan penonton dari luar dan dalam Dompu memadati Doro Ncanga sebagai tempat utama, seperti biasa kreasi seni dan budaya daerah menjadi pertunjukan diawal acara. Doro Ncanga adalah sebuah tempat dengan pemandangan yang begitu indah ditengah padang savana yang begitu luas, seluas mata memandang, ditambah dengan birunya laut di Teluk Saleh, serta latar belakang panggung adalah Gunung Tambora yang berdiri dengan kokohnya.

TERPESONA. Undangan dan Penonton yang Hadir dibuat Terpesona oleh Atraksi Penerjun dari Pangkalan Halim Perdanakusumah, Jakarta. pada Puncak FPT, Selasa (11/4), Doro Ncanga, Dompu.

Anggota Paskhas Terjun Bebas

Salah satu rangkaian acara yang paling dinantikan oleh para penonton adalah atraksi para penerjun dari Lanud Halim Perdanakusumah, 11 orang penerjun professional anggota TNI-AU. Penerjunan dibagi tiga gelombang, 3 penerjun pertama dilepas dari atas pesawat Kasa 212, yang terbang diketinggian sekitar 6000 feet diatas permukaan laut. Kesebelas penerjun tadi masing-masign membawa bendera Kabupaten/Kota yang ada di NTB, juga bendera Provinsi NTB, serta bendera Festival Pesona Tambora. Para penerjun itu mendarat tepat didepan panggung utama dan juga seluruh undangan yang hadir.

Laporan Bupati Dompu

Dalam laporannya Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin mengucap syukur kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan Dompu dengan keindahan lama yang sedemikian rupa, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pariwisata Dompu, khususnya dari bidang pariwisata. “Kami seluruh warga masyarakat Dompu, sangat bahagia dan gembira menyambut puncak peringatan FPT yang ketiga kalinya ini, terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang dan mendirikan tenda-tenda untuk menginap menikmati pemandangan dan ingin menyaksikan acara puncak FPT,” jelasnya.

SENI. Tarian khas Dompu yang merupakan bagian dari tarian khas Dompu.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa beberapa hari lalu baru saja Gubernur NTB, menyerahkan serifikat kepada Kabupaten Dompu sebagai kabupaten urutan pertama dalam akselerasi mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di NTB. “Kedepannya kami berharap Dompu bisa juara 1 di Indonesia. Menurutnya pengembangan pariwisata adalah kerjasama dari seluruh pihak, jika bersama, apapun halangannya pasti dapat dilalui,” tegas Bupati berbadan tegap ini.

“Tambora merupakan potensi wisata yang sangat indah, bahkan mungkin terindah di dunia, terbayang beberapa tahun lagi wisatawan yang datang akan disambut tenda-tenda, kuda, motor trail sampai sepeda ontel,” lanjut Bupati Dompu. Tak lupa Bupati berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kemajuan daerah dompu, khususnya dibidang pariwisata.

RESMI. Puncak FPT, Selasa (11/4), ditandai dengan Pemukulan Gantungan Sapi, Oleh Pejabat yang Hadir.

Mulitplier efect Pariwisata

Sementara Wagub H. Muh. Amin dalam sambutan singkatnya selalu mengingatkan untuk selalu memperhatikan pembangunan infrastruktur atau sarana dan prasarana dasar seperti, jalan, air dan listrik. Karena tidak dapat dipungkiri tanpa pembangunan ketiga unsur tersebut, mustahil suatu daerah akan berkembang dan maju. Selain itu perlu diperhatikan perkembangan ekonomi kreatif yang ada, dalam menunjang pariwisata, sehingga dapat terjadi multiplier efek yang diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kelembagaan Kemenpar RI Prof. Ahmansya, yang mewakili Menpar Arief Yahya yang berhalangan hadir menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran para tamu mulai dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Wagub, Bupati Dompu-Wakilnya, Bupati Bima dan Wakilnya, Pejabat Militer dan juga seluruh tamu undangan yang hadir.

“Selamat pada Bupati Dompu, yang telah berhasil dengan Festival Pesona Tamboranya, dimana pada tahun awal penyelenggaraannya bertajuk Tambora Menyapa Dunia,” ujar Ahmansya. Ahmansyah berjanji pihaknya akan memberikan dukungan untuk kemajuan pariwisata NTB, khususnya Dompu dengan Tamboranya dan juga potensi wisata lainnya.

Lebih lanjut Ahmansya mengatakan bahwa dia ikut bangga bahwa Tambora dapat menjadi salah satu festival yang namanya telah sanggup menyapa dunia, seperti juga ledakannya, yang merupakan salah satu ledakan gunung api terdahsyat sepanjang sejarah.“Dari 17504 pulau, 525 suku bangsa, 250 bahasa daerah yang kita miliki, serta 25 juta penduduk, kita tidak dapat lagi mengandalkan kekayaan alam yang ada, artinya kita harus kembangkan potensi-potensi lain yang ada, khususnya pariwisata,” imbuhnya.

HIBURAN. Dewi Yull, Denta-Denia Menghibur Penonton dan Undangan yang Hadir di Puncak Festival Pesona Tambora 2017, kemarin.

Sementara Triawan Munaf selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif RI yang mewakili Wapres Jusuf Kalla yang juga berhalangan hadir mengatakan, bahwa selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif RI menyampaikan, tidak ada suatu pariwisata yang bisa maju tanpa didukung oleh konten ekonomi kreatif.

“Saya menyambut gembira untuk pelaksanaan Festival Pesona Tambora untuk yang ketiga kalinya ini dengan berbagai rangkaiannya, yang perlu diingat adalah story telling atau latar belakang kisah dibalik suatu kejadian. Ini sangat penting sehingga nilai jualnya akan tinggi. Tambora memiliki sejarah yang telah mendunia sehingga festival ini akan maju dan dikenal dunia sesuai dengan cerita yang ada.

Semoga ekonomi kreatif, jagung, pariwisata dan gula di Dompu dapat memberikan multiplier efect yang menjadi tujuan, yakni pariwisata yang mensejahterakan masyarakat. Triawan menegaskan dengan pengembangan ekonomi kreatif di destinasi wisata, PDB yang dihasilkan pada 2015 mencapai 852 Triliun dan 2016 sebesar 900 T.

Semoga kedepannya seluruh pelaku pariwisata untuk menyuguhkan kearifan lokal dan lainya. Sehingga kembali, tujuan dari sebuah pariwisata yakni Multiplier efect tercapai. Para penonton dan undangan yang hadir juga dihibur oleh artis senior Dewi Yull yang bernyanyi membawakan lagu-lagu nostalgianya, bersama dengan Denta dan Denia, si kembar dari Mataram. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com