Sumbawa Besar, LombokInsider.com – Festival Pesona Moyo 2017 resmi dibuka pada Minggu malam (10/9), oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, di Lapangan Kantor Bupati Sumbawa. Acara ini tergolong spektakuler, karena melibatkan ratusan orang dengan menghadirkan sajian seni dan budaya khas Sumbawa.

Spektakuler

Selain itu, ada yang beda dengan pelaksanaan pembukaan Festival Pesona Moyo tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, lebih meriah, akbar, mewah dan spektakuler. Sinergi yang harmonis antara Pemkab Sumbawa, sebagai panitia lokal, dengan Pemprov NTB, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTB, serta Pemerintah Pusat, diwakili oleh Kementerian Pariwisata RI.

Pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan malam hari, dengan dukungan pencahayaan (lighting) yang kuat dan berwarna-warni, menjadikan malam pembukaan Festival Pesona Moyo makin meriah.Apalagi kegiatan ini dihelat di halaman Kantor Bupati Sumbawa, menjadikan ikon Sumbawa lebih tereksplor. Termasuk ribuan tamu undangan yang hadir dengan mengenakan busana tradisional Sumbawa.

“Ini merupakan sejarah baru, tahun ini telah memasuki tahun keenam. Jujur kami juga tidak menyangka, kalau penyelenggaraan pembukaan malam hari, ternyata bisa membuat kegiatan menjadi lebih romantis dan syahdu,” kata Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc, saat memberikan sambutan pada Minggu malam (10/9).

Promosi dan Pencitraan

“Kami sadar, bahwa pariwisata terkait dengan promosi dan pencitraan yang bagus. Sehingga saya berpesan kepada Kadispar Sumbawa untuk tidak ragu-ragu menganggarkan, meskipun itu besar, untuk membangun berbagai infrastruktur maupun sarana dan prasarana pariwisata,” lanjutnya.

“Jika sepuluh persen saja dari target kunjungan wisatawan ke NTB, yakni 3,5 juta orang itu bisa datang ke Kabupaten Sumbawa, atau sekitar 350 ribu wisatawan. Maka dengan lama tinggal tiga hari dan rata-rata belanja Rp1 juta, dalam setahun akan ada Rp1 trilun lebih uang yang beredar di Sumbawa dari sektor pariwisata dan semua itu langsung dinikmati oleh masyarakat, yakni para pelaku usaha,” ungkap Husni Djibril.

Sementara Wakil Gubernur NTB, HM Amin, dalam arahannya menyampaikan, bahwa industri pariwisata di NTB tumbuh dengan baik, yang terbukti turut berperan besar dalam menyumbang PDRB NTB yang cukup signifikan, mencapai 21,4 persen.

“Ini potensi yang sangat bagus. Artinya kita harus dukung dengan komitmen nyata, seperti yang telah dilakukan oleh Bupati Sumbawa melalui penyelenggaraan even-even wisata seperti Festival Pesona Moyo dan kegiatan-kegiatan lainnya yang sejenis,” ujar Amin.

“Tentu saja semua itu juga harus dibarengi dengan berbagai kreatifitas dan inovasi. Karena kalau hanya mengandalkan dari sisi potensi keindahan alamnya saja maka dengan sekali berkunjung para wisatawan akan bosan, promosi itu sangat penting,” tegas Wagub.

Even Yang Menarik

Sementara itu Sekda Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Rasyidi dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini akan berlangsung selam sebulan hingga 8 Oktober mendatang.

“Ada 16 even yang akan digelar pada Festival Pesona Moyo 2017 ini, mulai dari Pembukaan, Pawai Budaya, Ekspo UMKM, Temu Usaha, Main Jaran, Barapan Kebo, Balapan Sampan, Samawa 10K, Fishing Contest, Melala (Peringatan 1 Muharram) dan lainnya,” jelas Rasyidi.

“Beberapa even baru juga digelar menambah semarak Festival Pesona Moyo seperti, Kemah Bakti Pelaku Usaha Wisata, Jelajah Wisata Pulau Moyo, kemudian Pentas Budaya Empang dan Rantok 1000 Deneng di Kecamatan Meronge,” lanjut Sekda.

Dukungan Pemprov

Sebelumnya Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal, mengatakan pihaknya mewakili Pemprov sangat mendukung berbagai upaya dalam membangkitkan sektor kepariwisataan yang dilakukan Pemda seperti Pemkab Sumbawa melalui penyelenggaraan Festival Pesona Moyo 2017 ini.

“Selama ini Pemprov selalu menghadapi isu disparitas antara Pulau Lombok dan Sumbawa, dengan keterlibatan Pemprov dalam Festival Pesona Moyo tahun ini dan sebelumnya, tentu saja menjadi bukti bahwa hal itu tidaklah benar,” ungkap Faozal.

“Khusus untuk Kemah Bakti Pelaku Wisata ini, nantinya akan diikuti para pelaku wisata yang banyak berkantor di Mataram, sehingga mereka akan mengetahui secara langsung berbagai destinasi wisata yang ada di Sumbawa. Ini akan memudahkan mereka dalam menyusun paket-paket wisata ke Kabupaten Sumbawa,” pungkas Faozal. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com