Sumbawa, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari kegiatan Festival Pesona Tambora, menjadi daya tarik tersendiri bagi Sumbawa, dengan berbagai macam potensi wisata yang ada didalamnya. Istana Dalam Loka merupakan bangunan bersejarah Kesultanan Sumbawa sejak masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaludin Syah III (1883-1931), yang mencerminkan betapa kuat dan religiusnya Kesultanan Sumbawa pada masa itu.

RAMAI. Ratusan Pengunjung Menyaksikan Festival Semalam di Istana Dalam Loka, Sumbawa (7/4).

Pembangkit Semangat

“Semalam di Istana Dalam Loka, yang dilaksanakan pada Jum’at (7/4), diharapkan menjadi pembangkit semangat bagi kepariwisataan di Sumbawa. Acara diawali pentas seni di halaman Istana Dalam Loka, kemudian para tamu diajak masuk kedalam untuk menyaksikan pameran UMKM, foto, benda-benda bersejarah Kesultanan Sumbawa dan diskusi pelaku pariwisata yang ada di Lombok dan Sumbawa,” jelas Kepala Disporabupar Sumbawa, Ir H Junaidi MSi, disela-sela diskusi.

Menurut Junaidi Sumbawa memiliki begitu banyak potensi wisata hanya saja harus diakui bahwa kelemahannya terletak pada kurangnya promosi dan infrastruktur dalam pengembangannya. Oleh karenanya pihaknya berharap bahwa dengan adanya diskusi dari para pelaku pariwisata yang ada di NTB ini dapat terjalin kerjasama yang menjadi solusi dari hambatan yang ada selama ini.

Ratusan orang undangan menghadiri acara ini dan diantaranya terdapat beberapa tamu mancanegara yang terlihat sangat menikmati acara Semalam di Istana Dalam Loka ini. Kedepannya diharapkan acara semacam ini dapat lebih sering lagi diadakan, khususnya di Sumbawa, karena tentunya dapat membantu mengangkat nama destinasi-destinasi wisata yang ada.

Potensi Wisata di Sumbawa

Sementara Kepala Bapedda Sumbawa, Iskandar D menjelaskan bahwa pihak pemerintah Sumbawa telah memetakan spot-spot daerah wisata yang akan dikembangkan baik tahun ini maupun yang akan datang. “Sudah kami petakan mulai dari Sumbawa bagian Barat (KSB) yang masuk dalam zona ‘A’ dengan ekowisatanya yakni keindahan alam dan pegunungan, dimana begitu banyak air terjun disana, yang masih perlu peningkatan sarana infrastruktur dasar yang telah ada.

PAMERAN. Acara Semalam di Dalam Loka Diisi Pentas Seni, Pameran Foto, UMKM dan Diskusi Pariwisata.

“Untuk zona ‘B’ kita kembangkan wisata bahari, kita akan kembangkan potensi-potensi wisata pesisir yang ada, di Kecamatan Alas, Rhe dan Buir terdapat gili-gili yang menarik dan eksotik, ada P. Kemodong. Wilayah pelabuhan padi dengan konsep pengembangan Segitiga Bulat yaitu Bungin, Labuan Padi dan Tamase yang merupakan segitiga pengembangan wisata yang akan mendukung wisata bahari,” lanjut Iskandar.

Kemudian zona ‘C’ masuk zona wisata peninggalan sejarah bersejarah purbakala, yang lokusnya ada di Sumbawa bagian selatan, yakni di Kecamatan Moyo Hulu dimana ada Batu Bertulis dan Gua yang tidak semua tempat mempunyai unggulan seperti ini. Kedepannya konektivitas-konektivitas yang ada perlu ditingkatkan.

“Sedangkan yang keempat adalah zona inti pengembangan pariwisata Sumbawa, masuk didalamnya P. Moyo dan sekitarnya, termasuk Samota yang akan menjadi pusat pendistribusian, karena pada zona inti ini telah tersedia berbagai infrastruktur-infrastruktur penunjang, seperti perhotelan, termasuk dekat dengan akses-akses transportasi darat, laut dan udara,” pungkas Kepala Bappeda.

Hasil dari diskusi ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan-permasalahan kepariwisataan yang ada di Sumbawa. Sehingga tercipta sinergitas antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang ada di NTB. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com