Sumbawa, LombokInsider.com – Sebagai upaya untuk mendongkrak popularitas destinasi wisata dan angka kunjungan wisatawan ke Pulau Sumbawa, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata mengadakan acara gelaran seni dan budaya, pameran e-kraf serta benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Sumbawa dengan judul Semalam Dalam Loka (6-7/4) bertempat di Istana Dalam Loka, Kota Sumbawa.

“Even ini menjadi spesial malam ini, karena Semalam Dalam Loka, saat ini telah menjadi salah satu branding jualan destinasi wisata yang ada di tengah Kota Sumbawa. Seperti diketahui Sumbawa memiliki banyak potensi destinasi yang sangat layak di jual,” kata HL. Moh. Faozal dalam sambutannya.

“Membangun pariwisata bukan hal mudah, kita Lombok dan Sumbawa harus memiliki persepsi yang sama serta sinergi yang kuat. Selain itu keseriusan stakeholder pariwisata di Sumbawa juga menjadi faktor yang sangat menentukan,” jelasnya.

“Branding Sumbawa dengan Passionate Sumbawa sangat tepat, yang mana daerah ini memiliki semangat dan gairah yang kuat untuk maju. Namun semangat saja tidak cukup, kita juga harus terus banyak belajar tentang kiat sukses para kompetitor kita di dunia pariwisata,” ujar Faozal.

“Sumbawa sudah sangat terkenal, Pulau Moyo salah satunya, bahkan saat kemarin saya ikut pameran di ITB Berlin, promosi tentang Pulau Moyo itu ada disana. Demikian juga dengan Festival Pesona Moyo yang telah masuk dalam 100 wonderful even Kemenpar RI,” katanya.

“Untuk menjadikan NTB bisa seperti Bali tentunya perlu proses yang panjang, karena Bali sendiri bisa seperti saat ini karena telah dipromosikan hampir satu abad yang lalu,” tegas Faozal.

Senada dengan Faozal, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sumbawa, Didi Darsani menuturkan bahwa membangun sebuah daerah berikut pariwisatanya memang bukan hal mudah. Harus terus belajar dan berbenah.

“Saya ingat 30 tahun lalu menginjakan kaki di Kota Mataram, sangat jauh dari layak untuk disebut sebagai Ibukota Provinsi, kelasnya hampir sama dengan Ibukota Kabupaten di Jawa. Namun dapat kita lihat sekarang, dalam kurun 15 tahun terakhir, pembangunan di NTB terlihat sangat pesat, bahkan lebih baik dari beberapa Provinsi lain di Indonesia,” tuturnya.

“Benar yang dikatakan Kadispar NTB, tidak mudah, namun kita harus tetap yakin, dengan semangat dan ikhtiar yang kita lakukan Insya Allah akan membuahkan hasil, potensi kami banyak dan bagus juga. Dalam urusan pariwisata kita harus optimis,” tegas Didi.

Acara dirangkai dengan pengukuhan pengurus sementara (cartaker) dari PHRI cabang Sumbawa. Semalam Dalam Loka merupakan even tahunan sebagai pengingat sejarah tentang masa pemerintahan kesultanan di Sumbawa. Istana Dalam Loka dibangun pada masa Sultan Muhammad Jalaludin III (1883-1931), merupakan sultan ke 16 Kesultanan Sumbawa.

Istana Dalam Loka menjadi saksi sejarah yang menggambarkan semangat religius Kesultanan Sumbawa dalam menghadapi penjajah Belanda pada ma situ. Dengan arsitektur rumah panggung, dirancang dengan detail dan sempurna jumlah, letak dan ukuran, serta ornamen merupakan symbol ajaran Islam.

Pembangunannya memakan waktu 9 bulan 10 hari, ini disesuaikan dengan umur manusia dalam kandungan ibunya. Selain itu bahwa adat-adat dan nilai-nilai yang ada berlandaskan Islam, pembuatannya juga disesuaikan dan sengaja dibuat berdampingan dengan Masjid Jami’ Nurulhuda, Sumbawa. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com