Sembalun, LombokInsider.com – Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur akan dijadikan lumbung penyangga produksi bawang putih nasional. Hal ini ditegaskan Menteri Pertanian RI, Andy Amran bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno, dan Menteri PDT & Transmigrasi, Eko Sapto Sujdoko didampingi Wakil Gubernur NTB, H.Muh. Amin, S.H., M.Si dan Wakil Bupati Lombok Timur, saat melakukan penanaman bawang putih bersama disusun Lebak Daye  desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur Rabu (24/05).

“Kami bertiga sekaligus datang ke sini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap daerah Sembalun ini,” tegas Mentan.

Ini membanggakan dan sejarah bagi masyarakat Lombok, khususnya Lombok Timur. Sembalun menyimpan berbagai kekayaan dan potensi, terutama holtikultura. Rinjani dan Sembalun menjadi tempat wisata, yang berpotensi mendatangkan kunjungan wisatawan sebanyak 3,5 juta orang pada 2017 ini. Berbagai infrastruktur sangat dibutuhkan, seperti dam dan bendungannya untuk mendukung produksi pertanian dan mendukung kemandirian nasional. Wagub NTB yang mendampingi para menteri, menyampaikan kunjungan tersebut akan memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi NTB dan Nasional.

Cukup beralasan ketika Sembalun ditetapkan sebagai lumbung bawang putih nasional bagi pemerintah pusat. Sembalun memiliki  10.000 hektar lahan potensial. Sedangkan saat ini, sebanyak 300 ha lahan akan digunakan untuk menanam bawang putih. Selain bawang putih, berbagai tanaman holtikultura juga dikembangkan di daerah ini.

Dengan perpaduan pertanian dan pariwisata, maka Sembalun menjadi destinasi andalan NTB sekaligus menjadi sentra dan penyokong pertanian nasional. Kedua potensi tersebut dapat mendorong kesejahteraan masyarakat NTB, khususnya di Lombok Timur.

Kegiatan yang mengusung tema Bersama Membangun Kejayaan Sembalun tersebut menjadi komitmen pemerintah, dengan memberikan dukungan peralatan pertanian berupa kultivator, traktor, KUR dan kartu tani. Selain itu, Mentan menargetkan dalam waktu dua tahun, swasembada bawang putih dapat tercapai.

Namun, Mentan menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu membangun embung dan pemanfaatan lahan selama ini belum dilakukan secara optimal.

“Kami targetkan 10.000 hektar di Sembalun ini untuk tanaman bawang putih. Kalau ini tercapai, maka stok bawang putih nasional akan aman,” ungkapnya di hadapan ratusan masyarakat Sembalun.

Dengan pencapaian terget tersebut menurut Mentan, tidak akan ada impor bawang putih, bahkan yang ada Indonesia akan mengekspor komoditas tersebut. Sementara itu, menteri BUMN dan PDT berkomitmen menjadikan Lombok Timur sebagai daerah zero miskin. Artinya, dengan pemberdayaan lahan pertanian dan pariwisata, maka akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, dalam rangka membangun kejayaan Sembalun sebagai salah satu sentra bawang di Indonesia, Menteri BUMN Rini M. Soemarno bersinergi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri  Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Kementerian BUMN juga menyerahkan bantuan CSR sebesar Rp2,49 Miliar. Menteri  Rini M. Soemarno mengatakan, Lombok Timur khususnya daerah Sembalun, memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi sentra bawang putih.

“Saat ini tingkat konsumsi bawang putih kita mencapai sekitar 400.000 ton per tahun. Dengan luas lahan pertanian bawang putih saat ini seluas 2.563 ha, produksi bawang putih kita baru 20.295 ton per tahun. Dengan demikian kapasitas produksi bawang putih dalam negeri belum mengimbangi tingkat konsumsi masyarakat,” terang Rini.

BUMN berkomitmen untuk menyalurkan sejumlah bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN Hadir Untuk Negeri. Sejumlah BUMN antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Pupuk Indonesia, Angkasa Pura II, Sang Hyang Seri, Bulog dan Pertani pada acara itu menyerahkan bantuan CSR senilai lebih dari Rp2,49 miliar kepada masyarakat Sembalun.

“BUMN siap mendukung para petani untuk semangat mengembangkan bawang putih. BUMN akan berikan Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat meningkatkan produksi. Dari sisi pemasaran, Bulog juga akan menyerap hasil produksi sehingga petani mendapatkan keuntungan yang cukup. Jadi kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani bawang di sini. Seingga Sembalun dapat tampil menjadi sentra bawang putih di Indonesia,” ujar Rini. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com