Mataram, LombokInsider.com – Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, sejak 2017 lalu. Pada pelaksanaannya yang ketiga ini, Sekda NTB Rosiady Sayuti mengharapkan gaung dari LSGS ini bisa terdengar hingga ke luar negeri.

“Percuma pesertanya makin banyak, kalau gaung LSGS ini hanya seputar NTB saja. Dia akan berhasil kalau gaungnya terdengar di Singapura, Hong Kong dan Malaysia, ini tugas Ketua BPPD yang baru,” katanya saat Opening LSGS 2019 di Hotel Lombok Raya Mataram, Ahad (27/1).

Sekda menyarankan agar dapat memanfaatkan media lokal di luar negeri sebagai alat publikasi pemberitaan LSGS ini. “Gunakan media lokal yang ada di Johor, Selangor, Singapura, pasti gradenya lebih murah dibanding di Hong Kong atau Jepang. Pelanggan lokal pasti lebih banyak dibanding koran nasional,” ujarnya.

Menurutnya jika masih ada, anggaran di Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) 70 persen dibuat untuk promosi keluar negeri sehinga gaung pariwisata NTB betul-betul terdengar dan berpengaruh.

“Bagaimana teknisnya saya yakin BPPD sudah paham. Pada LSGS tahun lalu, saya sampaikan coba gunakan kata free atau gratis untuk menarik perhatian daripada diskon 20 persen, daripada great sale up to 70 persen,” kata Sekda.

Sekda menyarankan agar lama LSGS ini bisa ditambah, jangan hanya satu bulan, agar lebih efektif karena menurutnya begitu sekarang diluncurkan, mungkin di luar, baru dengar pekan depan, lalu 28 Februari sudah berakhir dan tidak sempat menyusun liburan ke sini.

Menyinggung harga tiket dan bagasi pesawat yang mahal, Sekda meminta Kadispar NTB untuk dapat bekerjasama dengan maskapai dalam memberikan potongan harga, paling tidak pada momen LSGS ini saja.

Senada dengan Sekda, Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati berharap pengurus BPPD yang baru dapat bekerja maksimal dalam mempromosikan pariwisata NTB di 2019 ini.

“Kita patut bersyukur LSGS ini bisa dilaksanakan sesuai kalender of even yang ada, dengan dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat yang ada di NTB. Semua perlu promosi yang baik. Itu sebabnya kami harap BPPD bisa syiarkan dan promosikan kegiatan ini di luar NTB,” jelasnya.

Menurutnya, hal seperti itulah yang dilakukan negara-negara tentangga kita di ASEAN. Niken berharap LSGS gaungnya juga terdengar ke luar negeri dan mereka tertarik untuk datang ke NTB.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal merasa bersyukur karena pada LSGS 2019 ini, kepesertaan bertambah hingga 100 persen.

“Alhamdulillah LSGS 2019 100 persen bertambah, pada 2018 lalu hanya 70 tenant dan pada 2019 sudah terdaftar sekarang 120 tenant,” katanya di sela-sela pembukaan LSGS.

LSGS berlangsung mulai 27 Januari dan akan berakhir pada 28 Februari, tapi bisa saja diperpanjang karena pergerakan LSGS akan terus dipantau.

“Malam ini juga sistem aplikasi sudah kita bangun dari Genpi. Tahun tidak saja berpusat di Mataram, juga dukungan dari desa wisata dan homestay seperti Tete Batu dan Senggigi juga ikut jadi peserta dan hadir salah satu sentra kerajinan tangan dari Masbagik, Lotim,” ucap Faozal. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com