Tanjung, LombokInsider.com – Selain terkenal dengan berbagai keindahan destinasi wisata, Pulau Lombok juga menawarkan berbagai kuliner khas yang sayang dilewatkan begitu saja. Sate Ikan Tanjung merupakan makanan khas Desa Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Makanan ini tergolong unik dan telah melegenda karena sudah ada sejak puluhan tahun silam. Bahan dasar sate biasanya terbuat dari daging sapi, kambing, atau ayam, namun sate ini justru menggunakan bahan dasar ikan laut.

Awalnya sate ini merupakan makanan yang disajikan pada acara keagamaan maupun hajatan perkawinan. Namun seiring waktu dan rasa lezat dari Sate Ikan Tanjung, membuat makanan yang satu ini menjadi kuliner yang bisa dinikmati sehari – harinya. Karena banyak orang yang menjualnya, akhirnya pemerintah setempat menjadikan Sate Ikan Tanjung sebagai makanan khas Lombok.

Sate Ikan Tanjung biasanya berbahan dasar ikan Cakalang, Languan, Marlin atau Pasuh Dan disaat ikan cakalang sedang susah dijumpai di pasaran, maka yang akan dipakai adalah ikan languan. Dan begitu juga sebaliknya. Namun ada lagi bahan yang dipakai selain ikan Cakalang dan ikan Languan, namanya ikan Marlin dan Pasuh

Wisatawan yang berlibur ke Lombok, baik asing maupun nusantara, sangatlah menyukai kuliner yang satu ini. Konon rasa khas Sate Ikan Tanjung ini hanya dapat diperoleh dari masyarakat Tanjung asli. Para masyarakat lokal memiliki racikan khusus yang menghasilkan cita rasa yang berbeda. Dan itulah salah satu alasannya mengapa, ketika membeli dan mencicipi Sate Ikan Tanjung di luar daerah Tanjung, maka rasanya akan sangat jauh berbeda dengan yang ada di tempat asalnya.

Penjual Sate Ikan Tanjung biasanya menggelar dagangan mulai pukul 11.00 hingga 21.00 waktu setempat. Jika ingin merasakan lezat dan gurihnya Sate Ikan Tanjung langsung di daerah asalnya, maka langsung saja menuju ke Lombok Utara atau Tanjung, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi, dari Mataram.

Sate Ikan Tanjung nikmat pada saat dalam keadaan panas bersama lontong atau nasi. Rasa gurih dari daging dan santan serta pedas dari rempah-rempah sangat terasa. Campuran rempah-rempah dan ikan yang dibakar ini membuat badan akan terasa bugar, hangat dan berkeringat. Maka tak mengherankan jika banyak wisatawan yang ketagihan Sate Ikan Tanjung ini.

SATE. Kertisasih, Salah Seorang Penjual Sate Ikan Tanjung.

Salah satu penjualnya adalah Bu Kertisasih, yang telah berjualan Sate Ikan Tanjung sejak puluhan tahun. “Sebelumnya hanya sebagai buruh kipas, selama belasan tahun. Tapi sejak delapan tahun terakhir punya modal dan bisa jualan sendiri,” ujarnya.

Kertisasih menggunakan bahan dasar Ikan Pasuh segar, karena menurutnya Ikan Pasuh paling cocok untuk bahan dasar Sate Ikan Tanjung, walaupun bisa menggunakan ikan lain sebagai alternatif.

Menurutnya awalnya di daerah Tanjung hanya dua hingga tiga orang yang berjualan sate ikan ini. “Awalnya hanya beberapa orang yang berjualan sate seperti ini, tapi sekarang semakin banyak yang menjadikan sate ikan ini sebagai mata pencaharian sehari-hari,” jelas wanita paruh baya ini.

Untuk menikmati Sate Ikan Tanjung anda cukup merogoh kocek Rp10.000,- untuk delapan sunduk sate, gimana tidak mahal kan? Nah bagi yang belum pernah mencoba rasa sate ikan ini pasti akan penasaran. Silakan datang langsung ke Tanjung pada sekitar pukul 12:00 siang, maka akan banyak di jumpai dagang sate di persimpangan jalan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com