Mataram, LombokInsider.com – Seperti kita ketahui bersama bahwa sampah selalu saja menjadi salah satu masalah atau problem utama di suatu destinasi wisata. Hal ini ternyata terjadi juga di 3 Gili, dibagian Utara Pulau Lombok yakni Gili Air, Meno dan Trawangan, khususnya di Trawangan sampah bahkan mencapai belasan ton/hari. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, HL. Moh Faozal, di kantornya pada Jumpa Pers, Kamis (23/2). Lebih lanjut Faozal menjelaskan tentang latar belakang pemerintah sampai mengirimkan 2 unit kendaraan pick-up untuk membantu menyelesaikan masalah sampah di Trawangan.

DESTINASI. Suasana Jumpa Pers di Kantor Dispar NTB, Kamis (23/2), Membahas Masalah Destinasi NTB.

Sampah yang Jadi Masalah

“Sebelum mengambil keputusan untuk mengirimkan dua buah pick-up ini, kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam hal ini Bupatinya tentang penanggulangan sampah yang menumpuk dan sangat mengganggu pemandangan di Gili Trawangan,” jelas Faozal mengawali Jumpa Pers ini. “Ini sifatnya sangat terpaksa kita lakukan, karena 5 unit cidomo yang ada dan tenaga kerja yang terbatas sangat tidak mungkin dapat menjadi solusi dalam waktu singkat. Sekali lagi ini terpaksa kami lakukan,” tegas Kadispar NTB ini. Sangat disayangkan memang Gili Trawangan dengan segala hiruk-pikuknya dan glamournya dunia pariwasata, tapi penuh oleh sampah yang berserakan.

“Agar tidak mengganggu wisatawan dan terkait komitmen tentang menjaga polusi di Trawangan, maka jam operasional kedua mobil pick-up pengangkut sampah tersebut disesuaikan, yakni dari jam 03:00 dini hari hingga 07:00 pagi,” lanjut Faozal. Selain untuk membantu mempercepat mobilisasi sampah dari Trawangan ke TPA di wilayah KLU, dua unit mobil ini juga membantu mengangkut bongkaran bangunan dari hotel dan restoran di Trawangan yang melanggar Peraturan Daerah Lombok Utara tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, karena berdiri kurang dari 30 meter dari garis pantai.

KOTOR. Keindahan Pantai di Gili yang Tercemar oleh Sampah, Sangat Menyedihkan.

Pembongkaran Bangunan

Terdapat 143 bangunan usaha, seperti hotel dan restoran, di kawasan wisata itu yang melanggar aturan dan tidak memiliki izin karena bangunannya berada pada jarak kurang dari 30 meter, bahkan ada yang hanya 5 meter dari bibir pantai. Berdasarkan kesepakatan antara pihak Pemkab KLU dan pelaku industri pariwisata yang ada di Trawangan, maka bangunan yang ada kurang dari 30 meter harus dibongkar, baik oleh pihak hotel atau restoran maupun pemerintah. Apa yang dilakukan Pemkab KLU ini bahkan mendapat dukungan dari Menpar Arif Yahya, karena menurut Menpar apa saja yang membuat rusak pemandangan, harus ditertibkan, karena di mana-mana, di seluruh dunia, pantai itu pasti terbentang dan tidak didirikan bangunan.

Kunjungan Raja Arab

BESAR. Pesawat Boeing 777, salah satu Pesawat Berbadan Lebar yang akan Membawa Rombongan Raja Arab, saat Berkunjung ke Indonesia.

Terkait ramainya pemberitaan tentang rencana kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud yang akan berada di Indonesia selama sembilan hari, yakni mulai 1 hingga 9 Maret 2017. Ini adalah kunjungan kepala negara Arab paling bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan sebelumnya oleh Raja Faizal terjadi 46 tahun silam dan mengapa setelah kunjungan kenegaraan ke Jakarta beliau justru berlibur ke Bali tidak ke Lombok.

Kadispar menjelaskan bahwa dengan jumlah rombongan yang mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran, fasilitas yang ada di Lombok belum memadai untuk menyambut kedatangan kepala negara sekelas Raja Arab. “Rombongan yang dibawa Raja Salman memang banyak karena meliputi berbagai macam aspek, seperti keamanan, logistik mereka dan lain sebagainya. Rombongan besar ini juga akan menumpang tujuh pesawat berbadan lebar, yakni dua unit Boeing 777, satu unit Boeing 747 SP, satu unit Boeing 747-300, satu unit Boeing 747-400, satu unit Boeing 757, dan satu unit pesawat Hercules,” ungkap Faozal.

“Dari hal tersebut harus kita maklumi bahwa fasilitas bandara kita yakni Lombok International Airport (LIA) belumlah mencapai standar untuk didarati pesawat-pesawat berbadan lebar tersebut, demikian juga dengan fasilitas hotel yang ada,” pungkas Faozal. Namun menurut Faozal akan ada pembicaraan G to G antara delegasi Raja Arab dan pihak Pemprov tentang rencana investasi pariwisata, khususnya di kawasan KEK Mandalika. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com