Mataram, LombokInsider.com – Sebagai tuan rumah gelaran Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo Tambora, dipastikan potensi wisata yang ada di Pulau Sumbawa, yang merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terangkat ke tingkat internasional.

Hal ini dijelaskan oleh Sekertaris Kemenko Bidang Kemaritiman, pada jumpa pers disela-sela Rapat Koordinasi Sail Moyo Tambora, di Golden Palace Hotel, Mataram, Selasa (3/7).

Angkat Potensi Wisata Sumbawa

“Kegiatan ini sudah sejak lama disiapkan, bahkan sejak 2015 lalu, hanya saja Sumbawa baru mendapat giliran 2018 ini. Diharapkan dengan terpilih sebagai tuan rumah, Pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari Prov. NTB akan terangkat potensi destinasi wisatanya,” jelas Sekertaris Kemenko Bidang Kemaritiman, Agus Purwoto.

“Ini juga merupakan wujud keseriusan dari Pemerintah Provinsi dan Pemkab Sumbawa dalam mengangkat potensi wisata yang ada di Sumbawa untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Agus.

Pulau Sumbawa memang dikenal memiliki potensi wisata yang sangat kompleks, dari pantai, air terjun, under water, gunung dan keragaman budaya serta kuliner yang menunjang perkembangan dunia pariwisata.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Drs.H.Rasyidi, menyatakan pihaknya telah siap, bahkan sejak tahun lalu. “Sejak tahun lalu bahkan kami di Sumbawa telah siap, meski tahun lalu kami gagal sebagai tuan rumah, namun Sumbawa tetap menjadi persinggahan para yachter, karena memang menjadi jalur yang dilalui oleh Sail Sabang,” katanya.

Persiapan

Lebih lanjut Sekda Sumbawa menjelaskan, persiapan jelang Sail Moyo Tambora terus dilakukan, khususnya di titik utama venue, seperti Labuan Badas, Pantai Saliper Ate, Teluk Saleh dan Tambora.

“Secara infrastruktur tinggal melakukan penyempurnaan, selain itu dukungan masyarakat juga Alhamdulillah sangat antusias. Mereka sangat welcome dengan kegiatan ini, sehingga kami yakin bisa menjadi tuan rumah yang baik. Selain itu dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi juga menjadi dorongan kuat untuk kesuksesan acara ini,” ujar Rasyidi.

Demikian dengan Asisten ll Pemprov NTB, Chairul Machul, mengatakan bahwa pihak provinsi telah menyiapkan anggaran untuk mendukung acara ini.

“Hari ini merupakan rapat pemantapan dari Sail Moyo Tambora, yang jelas NTB sebagai tuan rumah menyatakan sangat siap. Ini berdasarkan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dan yang terakhir penyelenggaraan MNEK 2018 Alhamdulillah berlangsung sukses,” tegas Chairul Machul.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal menambahkan bahwa kegiatan Sail Moyo Tambora ini akan diluncurkan pada 14-15 Juli di Balai Kesenian Jakarta. “Malamnya (14/7) kami akan kickoff dan keesokan harinya (15/7) di Car Free Day (CFD) akan ada parade budaya Sail Moyo Tambora di Jl. Thamrin-Sudirman. Seluruh kalender even telah disusun, termasuk pra dan pasca even sudah siap semua dan dapat diakses di situs kami, www.pesonalomboksumbawa.travel,” tegas Faozal.

Sail Moyo Tambora akan berlangsung pada 9-23 September 2018, dengan berbagai acara pendukung seperti, International Yacht Rally, Maritim Expo, City Parade, Culture Performance, International Culinary, Barapan Kebo & Pacuan Kuda, Dialog Budaya, Parade 1000 Perahu Tradisional, Fun Run dan Pelayanan Kesehatan Gratis. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com