Sembalun, LombokInsider.com – Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, sejumlah rekor baru tercipta dalam lomba lari ultra trail Rinjani100 yang digelar Jumat hingga Minggu (4-6/5) di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pecahnya rekor ini seiring dengan bertambahnya pelari yang ikut berlomba.

“Ini bukti bila lomba ini semakin jadi pembicaraan orang. Pemandangannya bagus dan treknya menantang mengundang orang datang ke sini. Saya harap tahun depan akan semakin banyak yang mendukung baik swasta maupun pemerintah,” kata founder Rinjani100 Hendra Wijaya di Sembalun, Minggu (6/5).

Beberapa rekor yang pecah itu adalah untuk nomor 100 km putra yang dipecahkan Phairat Varasin dari Thailand (22:37:00) dan 100 km putri Wenfie Xie dari Tiongkok (27:39:08).

“Badan saya baik baik saja, hanya kaki saja sedikit kurang nyaman,” ujarnya saat mencapai garis finish.

Saking keras, cadas dan brutalnya race ini, baru Wenfie sebagai peserta perempuan pertama yang berhasil finish dalam nomor 100 km sejak lomba ini digelar pada 2016 lalu.

“Lomba ini memang sangat berat dan alamnya memang sangat indah. Yang membuat saya termotivasi penduduknya ramah dan marhsal serta panitia juga membuat semangat terus,” kata Varasin yang memangkas rekor yang dibuat Jan Nilsen dari Norwegia pada 2016 lalu (26:35:00).

Berikutnya rekor juga pecah di nomor 60 km pria oleh Shingo Watanabe dari Jepang (14:33:38) dan 60 km putri oleh Foo Kam Miew dari Malaysia 17: 32:02. Pecah rekor juga terjadi pada nomor 36 km putri oleh Blasevic Mateja (08:28:22).

Gelaran yang sudah dihelat sebanyak tiga tahun itu kali ini diikuti oleh 1.163 pelari dari 39 negara. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 502 pelari dari 28 negara.

Rincian peserta tahun ini adalah kategori 100 km (158 pelari), 60 km (288), 36 km (577), dan 27 km(140). Khusus untuk rute 100 dan 60 start dari Senaru sedangkan dua nomor lainnya start dari Sembalun. Semua nomor finish di Sembalun.

Setiap nomor punya batas waktu maksimal (cut off time) bagi pelari untuk finish. Misalnya 36 jam untuk nomor 100 km.

Rute yang mereka tempuh berada di Gunung Rinjani hingga puncak dan bukit-bukit di sekitarnya seperti Bukit Pergasingan, Anak Dara, Montong Karang, Nanggi dan beberapa lainnya.

Total gain (tanjakan) untuk lomba ini juga bervariasi. Misalnya nomor 100 km adalah 9166 meter hingga 1703 meter untuk nomor 27 km. Lomba ini juga merupakan kualifikasi race untuk lomba The Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) yang melintas di Prancis, Italia dan Swis.

Lomba ini disupport oleh Kementerian Pariwisata, Pemda setempat, KONI, Taman Nasional Gunung Rinjani, hingga TNI-Polri. Menurut pengarah lomba Rinjani 100, Rudi Rohmansyah, lomba serupa rencananya akan digelar pada April 2019. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com