Mataram, LombokInsider.com – Mungkin banyak para food enthusiast sebutan bagi orang-orang yang suka mencoba varian makanan baru, yang belum mengetahui bahwa Jalan Dakota di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Mataram, awalnya merupakan sebuah jalan buntu yang berujung di persawahan yang terhampar, berjarak beberapa meter dari eks Bandara Selaparang. Hanya ada satu tempat kuliner yang telah memulai usahanya sejak beberapa tahun terakhir, yakni Warung Dakota.

Suasana Jalan Dakota Rembiga di Pagi Hari.

Suasana Jalan Dakota Rembiga di Pagi Hari.

Namun sejak beberapa tahun belakangan kawasan Rembiga semakin ramai dikunjungi, khususnya tempat kuliner di jalan Dakota yang merupakan jalan tembus dari Jl. Dr. Wahidin ke Jl. Adisucipto, perubahan yang sangat terasa yakni bermunculannya tempat kuliner lain selain Warung Dakota, dari penelusuran LombokInsider.com tercatat, sekitar 6 tempat kuliner antara lain, Bale Seafood Lombok, Bebek Goreng Pondok Galih, Lesehan Raja Bebek, Lesehan Sate Rembiga, Warung Sate Rembiga (WSR) Utama dan Pawon Cabe. Semua menampilkan ciri khas dan cita rasa sendiri, beberapa diantaranya memang mengusung menu khas Lombok, salah satunya Plecing Kangkung.

Salah Satu Paket Menu di Warung Dakota Rembiga, Ayam dan Ikan Bakar, Tempe Goreng serta Sate Daging

Salah Satu Paket Menu di Warung Dakota Rembiga, Ayam dan Ikan Bakar, Tempe Goreng serta Sate Daging

Warung Dakota misalnya, sebagai pioneer di menampilkan menu seafood bakar dan goreng dengan bumbu yang berbeda, mengingatkan kita akan sebuah tempat di Bali yakni Jimbaran, selain itu menu khas Lombok seperti Plecing Kangkung dan teman-temannya yang tentunya pedas juga menjadi peneman anda disaat makan. Ada juga ikan bumbu rajang dengan kuah yang segar dipastikan akan menggugah selera makan anda. Hal yang hampir sama juga tersedia di Bale Seafood Lombok, dari namanya sudah dapat ditebak menu apa saja yang disediakan disana, berbagai menu berbahan dasar seafood dengan sambal khasnya.

Sementara Bebek Goreng Pondok Galih dan Lesehan Raja Bebek, menampilkan menu berbahan dasar Bebek baik goreng maupun bakar, dengan berbagai varian, tentunya dengan rasa sambal yang cetar, bagi yang tidak terlalu senang dengan bebek menu ayam juga tersedia. Membuat hampir setiap hari puluhan hingga ratusan mobil dan motor pengunjung memadati parkiran, terutama di Bebek Goreng Pondok Galih. “Sehari kami bisa dapat rata-rata Rp300 ribu dari parkir, hasil itu kami bagi 3 orang,” jelas Rizal salah satu tukang parkir disana.

Sate Rembiga yang telah ada Sejak 25 Tahun Lalu.

Sate Rembiga yang telah ada Sejak 25 Tahun Lalu.

Satu lagi yang sudah sejak 25 tahun yang lalu yaitu Warung Sate Rembiga, sate yang berbahan utama sapi ini rasanya sangat lezat, perpaduan antara gurih, manis dan pedas. Demikian halnya dengan Lesehan Sate Rembiga yang menawarkan menu yang serupa dengan penataan lokasi yang menarik membuat pengunjung yang datang betah berlama-lama disana. Pawon Cabe merupakan salah satu tempat kuliner yang paling baru di Jalan Dakota, menyediakan menu nusantara yang tentunya bisa menjadi alternatif pilihan bagi anda yang tidak terlalu suka pedas.

Dengan pemandangan hamparan persawahan yang luas, angin yang bebas menerpa wajah pengunjung dengan latar belakang perbukitan membuat Rembiga khususnya jalan Dakota menjadi magnet bagi penggemar kuliner di kota Mataram, tentunya hal ini bisa menjadi rekomendasi bagi para penikmat kuliner (food enthusiast). Selain pusat kuliner, di daerah ini juga banyak muncul pedagang bunga dan tanaman hias lainnya, ikan segar, tempat cuci motor, mobil dan belasan ruko baru berderet ditepi jalan, ini merupakan indikator roda perekonomian daerah yang terus bergulir ditengah kesulitan ekonomi secara nasional. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com