Praya, LombokInsider.com – Mandalika Color Run 2017 adalah lomba lari yang tergolong kedalam fun run, karena peserta tidak dituntut untuk menjadi yang tercepat. Peserta berlari santai sejauh 5-7 kilometer, mengelilingi kawasan destinasi wisata prioritas KEK Mandalika. Sepanjang jalur lari, peserta dilempar tepung warna-warni di beberapa titik, termasuk di garis finish, hal ini yang membuat Color Run menjadi unik dan menarik, dilaksanakan pada Minggu (27/8), di Pantai Kuta-Mandalika, Lombok Tengah.

Indahnya Lombok

Ini diungkapkan para peserta dari mancanegara. “It’s great and fantastic,” ungkap Maximilian Geothals dan Adrian D’Oreya, dua orang wisatawan dari Belgia, yang mengaku baru pertama kali ikut lari semacam ini. Senada dengan mereka, komunitas lari dari Australia yang diberi nama Steve Run juga mengungkapkan hal yang sama. “Lombok is beautiful, it is nice to be here,” ungkap mereka. Rata-rata mereka telah berada di Lombok selama seminggu.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS), Mandalika Color Run 2017 ini, merupakan yang kali kedua diselenggarakan di Lombok. Tahun lalu Color Run dilaksanakan di Gili Trawangan, Lombok Utara, namun kali ini tempatnya pindah ke Kawasan Ekonomi Khusus KEK Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan.

“Saat ini Mandalika sudah jadi branding, karenanya beberapa kegiatan kita selama BPLS termasuk Rally Wisata dan Color Run ini membranding Mandalika,” jelas Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, HL. Moh. Faozal, disela-sela acara ini.

Menurutnya, antusias para peserta sangat luar biasa. “Tahun lalu di Trawangan hanya sekitar 200 peserta, sekarang mencapai 500 orang lebih. Ini menjadi bukti bahwa branding Mandalika mempunyai daya tarik tersendiri, 100 finisher pertama mendapatkan medali dan juga ada doorprize sepeda motor,” lanjutnya.

Destinasi Sport Tourism

START. Para Peserta Mandalika Color Run, Berebutan keluar dari Garis Start.

“Ini merupakan salah satu bukti majunya pariwisata NTB, khususnya di bidang sport tourism. Karena hampir sepanjang tahun ini Lombok dan Sumbawa selalu menjadi ajang diselenggarakannya sport tourism, bahkan yang bertaraf internasional. Sebentar lagi ada GFNY,” tegasnya.

“Selain peserta lokal dan nasional, banyak juga peserta dari mancanegara, tercatat dari Australia, Belgia, Jerman dan Korea, mereka hampir sekitar 50 orang. Kebanyakan adalah wisatawan yang sedang berkunjung ke Lombok, khususnya ke kawasan Mandalika ini,” ujar Faozal, usai melepas para peserta tepat pukul 15:20 wita.

Infrastruktur ITDC

Sementara Ngurah Wirawan, Direktur Operasional ITDC Lombok, menyatakan pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan even ini. “Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena ini merupakan upaya nyata dari Pemprov, dalam hal ini Dispar NTB, dalam membantu kami mengangkat nama kawasan ini ke tingkat nasional dan internasional,” kata Ngurah.

Terkait kesiapan infrastruktur ITDC, Ngurah menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar terus dilakukan hingga akhir 2018. “Diperkirakan pada akhir 2018 sarana dan prasarana dasar, seperti jalan, air dan listrik telah siap. Sehingga nantinya pada awal 2019, hotel-hotel yang telah mengkavling tempatnya dapat mulai membangun,” jelasnya. Saat ini ITDC sedang membangun akses jalan masuk di kawasan KEK Mandalika sepanjang kurang lebih 17 kilometer.

Menyinggung rencana kedatangan Presiden Jokowi, Ngurah mengatakan bahwa pihaknya telah siap. “Rencana akhir Agustus ini beliau akan berkunjung, untuk meresmikan KEK Mandalika juga Masjid Nurul Bilad yang pembangunannya telah mencapai hampir 100 persen. Tapi kepastiannya masih menunggu informasi dari pusat,” ungkapnya.

“Justru yang sudah pasti kedatangan Menteri BUMN pada Kamis ini dan rencananya akan melaksanakan sholat Idul Adha bersama masyarakat sekitar Kuta-Mandalika pada Jum’atnya,” pungkas Ngurah. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com