Mataram, LombokInsider.com – Gunung Rinjani, merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia dan merupakan kebanggaan masyarakat Lombok, kemarin terbakar. Lokasi daerah yang terbakar berada disekitar jalur pendakian Sembalun, di Bukit Penyesalan di atas pos 3.

“Dari investigasi sementara, penyebab kebakaran bukan dari faktor alam, namun dari api puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Terkait penyebab kebakaran yang diduga dari pengunjung dan pengunjung tersebut sudah diamankan oleh regu pemadam yang kemudian diserahkan ke Polsek Sembalun untuk diproses,” ungkap Zaenudin, Kepala Resort TNGR, Sembalun.

Terkait penyebab kebakaran, Polsek Sembalun sedang mendalami dengan memeriksa beberapa orang saksi yang berada di lokasi kebakaran, termasuk 3 orang pengunjung yang diduga membuang puntung rokok dan menyebabkan kebakaran tersebut.

Berawal dari laporan salah satu pengunjung via telpon pada 21 Agustus, sekitar pukul 17:30 Wita, bahwa telah terjadi kebakaran di Bukit Penyesalan.

“Kami berupaya menyiapkan regu pemadam kebakaran/MPA Resort Sembalun untuk melakukan pemadaman sebanyak 8 orang dibantu oleh tim Satgas Rinjani Bersih sebanyak 8 orang total personil yang melakukan pemadaman sebanyak 16 Orang,” lanjutnya.

Zaenudin menjelaskan bahwa hingga pukul 00.45 kondisi api belum bisa dipadamkan secara total dan regu pemadam tambahan disiapkan untuk melakukan pemadaman api. Namun pada pukul 03.00 dini hari api yang mengarah ke Pelawangan Sembalun, berhasil dipadamkan.

Menurutnya, kendala yang dihadapi tim adalah penerangan yang kurang dan lokasi yang curam ke arah sungai. Diperkirakan sungai sebagai sekat bakar alami dan akan mati sendiri setelah sampai sungai. Vegetasi yang terbakar rumput kering, Pohon Cemara dan Bak Bakan.

“Kami juga berhasil mengevakuasi pengunjung untuk menjauh dari sungai di sekitar pos 3. Pada pukul 04.30 bersama Polsek menjemput di batas kawasan dan langsung ke Polsek Sembalun,” ujarnya.

“Api baru berhasil dipadamkan secara total pada Selasa, 22 Agustus 2017 pukul 10.40 wita, luas areal yang terdampak kebarakan diperkirakan mencapai 91 ha,” tegas Zaenudin.

Zaenudin menghimbau, bahwa disaat curah hujan telah jauh berkurang pada beberapa bulan terakhir, sehingga menyebabkan rumput, Pohon Cemara dan Bak Bakan di atas banyak yang kering. Maka para pengunjung diminta untuk lebih waspada, khususnya bagi para perokok agar tidak membuang puntung rokoknya yang masih menyala secara sembarangan, demikian juga jika telah selesai memasak di pos-pos peristirahatan yang tersedia. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com