Praya, LombokInsider.com – Setelah dua tahun berturut-turut 2016 dan 2017 Nyale tidak keluar pada saat malam puncaknya. Maka pada malam puncak 2018 kemarin (7/3) dini hari, Nyale atau cacing laut keluar cukup banyak di Pantai Seger, Kuta.

“Ya sudah terobati kecewa yang dua tahun kemarin, sekarang Nyale keluar, walaupun sudah tidak sebanyak seperti dulu,” ujar Amaq Leka, dari Pujut. Amaq Leka menjadi salah satu dari ratusan orang yang masuk ke tepi pantai untuk berburu Nyale.

“Ini mungkin karena pada pertengahan Februari kemarin Nyale juga sudah keluar cukup banyak, memang dua tahun kemarin ini perkiraan keluarnya selalu meleset dari yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.

“Sebenarnya sekarang menangkap Nyalenya sudah bukan menjadi tujuan utama masyarakat, tapi lebih kepada melestarikan budaya dan juga menyaksikan berbagai atraksi pertunjukan yang disajikan,” kata Amaq Leka.

Bau Nyale memang telah menjadi tradisi masyarakat di Lombok, khususnya yang tinggal di pesisir pantai, karena terkait dengan legenda Putri Mandalika.

Berdasarkan legenda sejarah, Nyale merupakan jelmaan seorang putri cantik yang baik, sehingga menjadi rebutan para pengeran dan raja-raja yang ada pada jaman dahulu.

Namun karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah akibat memperebutkan dirinya, sang putri rela menceburkan dirinya kelaut dan berubah menjadi Nyale, di wilayah Pantai Seger, Kuta, agar bisa dinikmati oleh semua orang.

Terkait pelaksanaan even Festival Pesona Bau Nyale, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, HL. Moh. Faozal menjelaskan bahwa Bau Nyale telah masuk dalam kalender 100 Wonderful Event Kemenpar RI.

“Yang paling penting adalah Festival Pesona Bau Nyale sebagai 100 Wonderful Event, kita harus menata dan meningkatkan kualitas manajemen, sumber daya pengelolaan dan dampak evennya terhadap kunjungan wisatawan, agar bisa terukur dan bisa tetap bertahan dalam 100 Wonderful even tahun depan,” jelasnya.

“Even ini merupakan acara tahunan yang selalu ditunggu masyarakat luas dan salah satu yang tertua di Lombok jadi tidak heran bila selalu di hadiri ratusan ribu orang,” ucap Faozal.

“Festival Pesona Bau Nyale ini sudah memiliki branding sendiri, makanya selalu dibanjiri masyarakat dan wisatawan. Alhamdulillah, tahun ini Nyalenya keluar,” tegasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com