Alas, LombokInsider.com – Pulau Bungin di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB, menjadi salah satu destinasi wisata yang unik dan menarik untuk dikunjungi wisatawan. Menempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor kurang dari satu jam dari Pelabuhan Pototano, kita sudah tiba di lokasi.

Pulau ini memiliki keunikan yang jarang dimiliki pulau lain, dimana pulau ini terbentuk dari sebelumnya tidak ada. Mohammad Saleh, salah satu warga Pulau Bungin yang lahir di Bungin (46) yang lalu, bercerita tentang bagaimana pulau terpadat di dunia ini terbentuk.

Bungin berarti gundukan pasir, menurut Saleh awalnya pulau ini terbentuk cukup lama karena setiap orang yang akan tinggal harus mengumpulkan batu karang yang cukup banyak untuk menimbun laut, agar bisa membuat daratan.

“Dulu untuk membangun rumah dengan ukuran 6×12 meter diatas tanah seluas 8×15 meter kita perlu waktu 10-20 tahun. Sekarang dengan tanah urug sehari selesai,” ujarnya sambil tersenyum. Harga pasaran tanah di Bungin per dam berkisar Rp130-150 ribu

Menurutnya, pulau ini sudah terbentuk sekitar 200 tahun yang lalu. “Bungin sudah ada lebih dari lima generasi. Bisa jadi sebagai pulau terpadat di dunia ya, dengan luas pulau hanya sekitar 12 ha, populasi jumlah penduduk disini mencapai 3000 jiwa,” ujarnya.

Saleh menegaskan bahwa pulau ini semakin hari semakin padat, karena semakin banyak pendatang. “Awalnya hanya ratusan warga tapi sekarang sudah 3000 orang dengan menempati sekitar 900 rumah, dimana satu ramah bisa ada 1-3 kepala keluarga, sedangkan sebelumnya luas pulau hanya 6 ha tapi sekarang 12 ha,” tegasnya.

Sebelumnya Saleh adalah seorang nelayan, namun sejak beberapa tahun terakhir ia beralih menjadi tukang kayu.

“Saya ingin lebih menjaga sholat lima waktu,” ungkapnya saat ditanya mengapa pindah profesi dari melayan ke tukang kayu. Meski hasilnya lebih sedikit, Saleh merasa lebih nyaman dengan pekerjaannya yang sekarang.

“Untuk membuat sebuah kapal, saya perlu waktu seminggu dengan harga jual hingga Rp7-8 juta terima jadi,” kata Saleh.

Untuk mencapai Pulau Bungin bisa dicapai melalui jalan darat atau laut. Mayoritas penduduknya adalah masyarakat Bugis yang bermatapencaharian sebagai nelayan. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com