Mataram, LombokInsider.com – Setelah berada diatas Gunung Rinjani selama kurang lebih satu minggu, sejak 18-24 Agustus, Trashbag Community sebagai penyelenggara atau Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) program Sapujagad, berhasil membawa turun 146 kilogram sampah dari puncak Rinjani. Sapujagad merupakan program operasi bersih gunung yang serentak dilakukan pada 17 gunung di seluruh Indonesia.

Tercatat 14 komunitas yang tergabung dalam Trashbag Community ikut berpartisipasi bersihkan Rinjani. Keempatbelas komunitas itu adalah, Pasir (Pernak Pernik Asli Rinjani), Baca pesat (Bascamp Pendaki Tersesat), Mata merah, Perkakas Lombok, Sasak Backpacker, Kopalasta, Mansapala, KSR PMI unit UNRAM, PAGGAH (Penikmat Gunung Gawah Hutan Indonesia), Pesalam (Pemuda Sayang Alam), Basis (Babakan Skuter), Gempar UGR, SSI (Survival Skil Indonesia) dan Shelter Indonesia.

“Jenis sampah yang berhasil kami kumpulkan diantaranya, puntung rokok, tisu, kain, botol bir, plastik, barang pecah belah, kaleng gas, kaleng lainnya,” ujar Sukarno, Ketua Komunitas Pasir, yang ikut bergabung pada aksi Sapujagad 2017 ini.

BERSIH. Penampakan Sekitar Danau Segara Anak, Setelah Dibersihkan Program Sapujagad 2017.

“Aksi dibagi menjadi dua tim, Senaru dan Sembalun, mengapa karena kedua tempat ini menjadi pintu gerbang pendakian yang banyak digunakan para pendaki,” lanjut Karno, panggilan akrabnya, yang merupakan bagian logistik di Trashbag Community.

Menurut Karno, jumlah peserta yang terdaftar untuk membersihkan Rinjani ada 32, peserta yang hadir 12, ditambah panitia jumlahnya 42, PPGD atau P3K12 orang, advance 8 orang, swiper 4, dan korlap 2 orang. Terbagi masing-masing baik yang berangkat dari Sembalun maupun Senaru.

Karno menambahkan bahwa jika di persentasikan, dari 146 kilogram sampah yang berhasil dibawa turun terdiri dari Kaleng Gas 20%, Tisu Basah 25%, Plastik Kemasan 20%, Kaca 15%, Kain 5%, Botol Plastik 10% serta Besi, Puntung Rokok dan Baterai sebesar 5%.

Kegiatan Sapujagad tahun ini merupakan kali kedua dilakukan di Gunung Rinjani, misinya tidak hanya membersihkan namun juga memberikan edukasi kebersihan lingkungan kepada para pendaki lainnya yang sedang berada diatas Rinjani.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini setiap dua tahun sekali, diharapkan volume sampah di Gunung Rinjani dapat berkurang dengan signifikan, namun yang jauh lebih penting adalah kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dari para pendaki, pramuwisata juga porter. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com