Selong, LombokInsider.com – Sangat disayangkan memang jika Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, atau dikenal juga dengan sebutan Sekaroh, yang menyimpan sejuta pesona pariwisata yang eksotis seperti Pantai Surga, Sungkun, Kaliantan, Cemara, Pink, Gili Sunut, Tanjung Beloam dan Ringgit, namun masih terkendala akses dan infrastruktur dasar.

Kendala Infrastruktur

Demikian ditegaskan Camat Jerowaru, L. Ahmad Zulkifli, BA, bahwa wilayahnya yang terdiri dari 15 desa, memiliki potensi yang luar biasa, namun terkendala masalah infrastruktur dasar (jalan, listrik dan air bersih).

“Bisa dilihat, keindahan pantai-pantai di wilayah Lotim tidak perlu diragukan lagi, bahkan jika dikelola dengan professional dapat menjadi dapur bagi Lotim bahkan NTB,” jelas Camat Jerowaru ini.

Namun Ahmad Zulkifli mengakui, bahwa kendala yang paling serius yakni masalah air bersih, bahkan hampir sepanjang tahun warganya selalu kekurangan air, karena memang sangat jarang turun hujan diwilayah ini.

“Dari 15 desa, yang terparah 12 desa, mereka tersebar di sepanjang tepi pantai di wilayah Lotim. Daerah kami memang menjadi langganan untuk masalah kekurangan air, terutama air bersih,” ungkapnya. Zulkifli menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menanggulangi hal ini.

“Untuk penanggulangannya kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait, namun solusi yang tepat belum ada, selain menunggu bantuan air bersih dari Pemda dan Pemprov,” pungkas Zulkifli.

Terkait kurangnya air, berdasarkan rilis dari Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat, Agustus 2017 lalu, wilayah NTB yang berpotensi tinggi terkena kekeringan adalah Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Timur, Lombok Utara dan Sumbawa. Ini disebabkan curah hujan yang mulai berkurang sejak akhir Juli 2017.

Daerah Terdampak

Di Kabupaten Bima, yaitu Kecamatan Bolo, Kecamatan Lambu, Sape 2, Soromandi dan Kecamatan Wawo; Kabupaten Dompu di Kecamatan Pajo; Lombok Timur potensi kekeringan terjadi di Kecamatan Sambelia; Kabupaten Lombok Utara potensi kekeringan terjadi di Kecamatan Gangga, Pemenang, Pemenang Timur, Tanjung dan terakhir di Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas terancam kekeringan.

Data curah hujan dan kondisi dinamika atmosfer pada akhir Juli 2017 terpantau seluruh wilayah NTB masih berada pada periode musim kemarau. Angin timur di wilayah NTB cukup stabil dan suhu muka laut di perairan NTB menunjukan kondisi netral hingga anomali negatif. Kondisi tersebut diatas mengakibatkan berkurangnya curah hujan di wilayah NTB.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menunjukkan, total air bersih yang sudah didistribusikan hingga saat ini sebanyak 12,7 liter. Terdiri dari 100 ribu liter BPBD NTB, 20.800 liter BPBD Lobar, 750.000 liter BPBD KLU, 105.000 liter BPBD Loteng, 750.000 liter BPBD Lotim. Termasuk di Pulau Sumbawa, 50.000 liter BPBD Sumbawa, 250.000 liter BPBD Dompu, 170.000 liter BPBD Bima, dan 10.500.000 liter air BPBD Kota Bima.

Selain BPBD, pendistribusian air juga dilakukan Dinas Sosial NTB dan Polda NTB. Untuk Polda, telah mendistribusikan air hingga 7 September mencapai 70.000 liter di beberapa wilayah yang dilanda kekeringan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com