Mataram, LombokInsider.com – Sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini semakin menjadi buah bibir para pelancong dunia dalam beberapa tahun terakhir. Lombok dan Sumbawa menawarkan begitu banyak destinasi wisata yang lebih eksotis dan belum terjamah dan tidak kalah menariknya dari tetangga sebelah, Bali.

Lombok yang terkenal sebagai Pulau Seribu Masjid, memiliki potensi keindahan alam, mulai dari bawah laut, gugusan perbukitan yang hijau, bentangan pasir putih di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, eksotisme tiga gili di Lombok Utara, hingga panorama Gunung Rinjani.

Tak hanya itu, Lombok juga memiliki kekayaan budaya yang menjadi buruan para pelancong dunia, termasuk sajian kuliner berselera pedas.

Demikian juga dengan Pulau Sumbawa, keindahan destinasi wisatanya tak kalah dengan Lombok, kedua pulau yang merupakan bagian dari Provinsi NTB ini, memang menyimpan sejuta keindahan yang sangat perlu untuk dipromosikan dan di tata agar dapat seterkenal Bali.

Berbagai prestasi, khususnya terkait pariwisata halal juga berhasil diraih NTB pada 2015 dan 2016 lalu, hal ini membuktikan bahwa kemajuan yang diraih menghasilkan penghargaan, bahkan dari dunia internasional, bukan hanya di level nasional.

Kepala Dinas Pariwisata NTB HL. Moh. Faozal mengatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata tak dapat dilakukan dalam sekejap.

“Pengembangan pariwisata, mulai gencar dilakukan saat TGH Muhammad Zainul Majdi (TGB) menjabat sebagai Gubernur NTB pada 2008 lalu. Berbagai upaya ditempuh dalam memajukan sektor pariwisata, mulai dari regulasi, promosi, hingga penguatan destinasi, tentunya semua itu tidak dapat dilakukan dalam sekejap,” kata Faozal di Mataram.

Hasilnya, tingkat kunjungan wisatawan ke NTB terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Menurut data Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, jumlah kunjungan pada 2008 hanya sebanyak 500 ribu. Namun, pada 2017 kemarin, jumlah ini melonjak hingga 3,5 juta wisatawan.

“Setelah 10 tahun, hasilnya baru mulai terasa, 2017 lalu sudah menyentuh 3,5 juta wisatawan dan tahun depan ditargetkan empat juta wisatawan,” ujar Faozal.

“Tidak dipungkiri, bahwa membangun pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tanpa bantuan stakeholder dan masyarakat, dapat dipastikan semuanya akan sia-sia, tuturnya.

Faozal mengungkapan, kemajuan sektor pariwisata pada akhirnya memberikan dampak positif bagi masyarakat, pelaku industri wisata, pelaku ekonomi kreatif. Efek dari berbagai aktivitas pariwisata berdampak pada masyarakat.

“Majunya pariwisata sangat berdampak bagi pelaku industri wisata dan masyarakat, ini terlihat dengan hadirnya industri kreatif yang memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat secara umum,” tegas Faozal. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com