Mataram, LombokInsider.com – Pasca gempa yang mengguncang Lombok sejak (29/7) lalu hingga akhir Agustus 2018, Pemerintah Provinsi NTB memutuskan untuk menutup sementara pendakian ke puncak Gunung Rinjani. Hal ini dikarenakan terjadi longsor dan kerusakan parah pada jalur pendakian utama, baik melalui Sembalun maupun Senaru.

Sebelumnya pihak berwenang bahkan memutuskan baru akan membuka pendakian pada 2019 atau 2020 mendatang. Namun banyaknya desakan dari para pendaki untuk dapat segera memuncak, membuat pihak terkait membuka jalur pendakian alternatif.

Saat dihubungi beberapa waktu lalu, Kepala BTNGR Sudiyono menjelaskan bahwa jalur ini ada di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Survei kelayakannya sendiri sudah dilakukan.

“Survei pertama pada tanggal 15-19 Oktober lalu. Sepanjang jalur itu tidak terlalu menanjak, kiri kanan ada bukit, vegetasi hutannya lebih rimbun daripada Sembalun dan Senaru, jadi tidak panas dan ada sumber air di beberapa lokasi. Lebih dingin juga,” jelas Sudiyono.

Survei awal yang dilakukan adalah survei kelayakan jalur pendakian. Selain itu tim survei juga mendata potensi wisata apa saja yang ada di Desa Aik Berik.

“Sudah kita survei kelayakan jalurnya. Melihat potensi bisa tidaknya dikembangkan. Kelayakan jalan aman tidak, keamanannya, ada air tidak. Potensinya apa saja. Sehingga layak dijadikan jalur wisata,” katanya.

Menurutnya, di pintu masuk Jalur Aik Berik, Gunung Rinjani sudah ada spot wisata berupa Air Terjun Benang Kelambu dan Stokel. Ada pula wilayah KPH (kesatuan pengelolaan hutan) yang di dalamnya bisa digunakan sebagai wisata buatan bagi pengunjung.

“Dari citra satelit, vegetasi di sana juga masih sangat bagus, dari flora faunanya. Ada padang rumput yang masih ada rusanya kalau beruntung bertemu,” tegas Sudiyono.

Pihak BTNGR sendiri telah melakukan survei terakhir pada 30 Oktober-4 November lalu, sebelum jalur ini resmi dibuka untuk umum. Hal ini untuk memastikan kembali dan juga demi kenyamanan hingga keamanan pendaki. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com