KLU, LombokInsider.com – Menteri Pariwisata, Arief Yahya menargetkan recovery atau pemulihan kondisi pariwisata di Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari Pulau Lombok dan Sumbawa dapat berlangsung dalam jangka waktu 3 bulan, terhitung mulai 1 September 2018.

Hal ini ditegaskannya usai meninjau beberapa fasilitas publik di destinasi wisata yang terdampak gempa, khususnya di tiga gili, Gili Trawangan, Meno dan Air, serta Senggigi pada Kamis (30/8) kemarin.

“Saya berharap masa pemulihan pasca tanggap darurat di Lombok dan Sumbawa dapat berlangsung dalam waktu tiga bulan kedepan. Sehingga awal 2019, kita bersama-sama sudah mulai untuk berpromosi,” jelas Arief Yahya di Gili Trawangan.

Menpar berharap pariwisata NTB dapat segera bangkit dalam waktu 3 bulan kedepan, karena jika tidak, masyarakat dan perekonomian terdampak akan lebih sulit untuk bangkit.

“Kemenpar telah membentuk tim dan menyusun program yang merupakan strategi percepatan pemulihan kondisi pariwisata NTB yang terdampak gempa. Selain itu kami juga tetap melakukan promosi destinasi wisata yang tidak terdampak gempa atau yang sudah berhasil dipulihkan, ini agar pariwisata NTB segera bangkit,” tegasnya.

Menurutnya dengan Inpres no.5 2108, tentang percepatan rehabilitasi dan konstruksi pasca gempa khususnya yang terkait pariwisata, maka pelaku pariwisata dapat mengirim surat melalui Dinas Pariwisata yang kemudian diteruskan kepada Kemenpar RI untuk mendapatkan bantuan yang diharapkan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com