Dompu, LombokInsider.com – Status Gunung Tambora yang saat ini sudah menjadi Taman Nasional akan ditingkatkan menjadi Geopark Nasional. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bappeda NTB, Ridwan Syah disela-sela Seminar Tambora Menuju Geopark Nasional, beberapa waktu lalu di Padang Savana, Doro Ncanga, Dompu-NTB, bersamaan dengan rangkaian Festival Pesona Tambora 2017. Menurut Ridwan acara ini sebagai akselerasi dalam tujuan menjadikan Taman Nasional Gunung Tambora naik tingkat menjadi Geopark Nasional.

Dukungan untuk Tambora

“Oleh karenanya kami dari provinsi mendorong kedua kabupaten yakni Bima dan Dompu yang wilayahnya masuk dalam deliniasi Gunung Tambora. Untuk dapat menjadikan Tambora sebagai Geopark Nasional, momennya saat ini sangat tepat bersamaan dengan peringatan meletusnya Tambora. Para Bupati juga sudah setuju dan siap mendukung,” kata Kepala Bappeda NTB ini.

“Mengapa penting untuk menjadikan Tambora sebagai geopark adalah saat ini geopark telah menjadi sebuah virus dalam tanda petik. Beberapa daerah bahkan telah antri untuk menjadikan gunung di daerahnya sebagai geopark,” jelas Ridwan. Karena setelah menjadi geopark, Tambora diharapkan akan lebih banyak memberikan pengaruh positif, terutama dalam hal perkembangan ekonomi kreatif masyarakat sekitarnya.

Menurutnya, keuntungannya bagi Tambora sebagai bagian dari Geopark adalah akan dipromosikan secara gratis dalam jaringan Geopark, selain itu isu-isu negatif yang timbul akan dapat ditangani. Usulan status Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) menjadi Geopark Nasional, telah diserahkan Pemerintah Provinsi NTB, dalam hal ini Bappeda NTB kepada Pemerintah Pusat, atau Komite Unesco untuk Geopark Nasional, beberapa waktu lalu.

“Sekarang kita tinggal menunggu saja keputusan dari pemerintah pusat,” lanjutnya. Menurut Ridwan Syah, banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh masyarakat, khususnya warga lingkar Gunung Tambora, dengan disandangnya status Geopark Tambora. Terkait itu, Pemda NTB sendiri telah menyiapkan master plan untuk pengembangan kawasan Geopark Nasional Tambora.

SEMINAR. Dukungan bagi Gunung Tambora untuk Menjadi Geopark Nasional.

Sejarah Tambora

“Kaldera Gunung Tambora terbentuk sebagai akibat dari letusan hebat tahun 1815 silam. Dimana letusan itu merupakan yang terbesar dan terdahsyat, yang terekam baik dalam era modern ini. Bahkan konon letusan Gunung Tambora tersebut 1.171 kali lebih kuat, dibandingkan ledakan Bom Atom yang dijatuhkan Tentara Sekutu (Amerika) di Hirosima, Jepang,” ungkap Ridwan.

Akibatnya pun dahsyat. Nyaris separuh dunia mengalami bencana sebagai buah dari letusan Gunung Tambora. “Sedangkan dampak untuk dalam negeri, khususnya di sekitar kawasan Gunung Tambora. Ada tiga kerajaan yang ikut terkubur, yakni Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Sanggar, yang kini banyak mendapat atensi dari para ahli geologi untuk subyek penelitian,” pungkas orang nomor satu di Bappeda NTB ini.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, HL Moh. Faozal, mengakui bahwa untuk pengembangan kawasan Gunung Tambora sebagai sebuah destinasi wisata yang terintegrasi melalui Geopark Nasional Tambora, pihaknya (Dispar) telah menyelesaikan DED (Detail Enginering Design), yang telah diserahkan ke Bappeda NTB, untuk kemudian dilanjutkan ke Pemerintah Pusat.

“Kami (Dispar NTB) telah menganggarkan Rp500 juta untuk menyelesaikan pembuatan DED Geopark Tambora. Dalam DED yang telah diserahkan ke Pemerintah Pusat itu, untuk pengembangan kawasan Geopark Nasional Tambora paling tidak membutuhkan anggaran sekitar Rp250 Miliar,” jelas Faozal.

“Tentunya hal ini akan berimplikasi terhadap banyaknya kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Tambora, baik yang untuk kepentingan pendakian, pendidikan, maupun penelitian. Sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar juga akan ikut meningkat,” ucap Faozal.

Demikian halnya dengan Aries Kusworo, dari Badan Geologi Nasional yang tampil sebagai salah satu narasumber menyatakan, bahwa syarat untuk menjadi Geopark Nasional, pertama harus ada “bumi” atau kawasan, ada masyarakat di sekitar awasan itu, dan tentu saja ada pengelola.

“Dari sisi manfaat, geopark akan berfungsi memuliakan warisan bumi, untuk mensejahterakan masyarakat melalui pariwisata yang berkelanjutan. Geopark juga memiliki funsgi untuk pendidikan. Artinya, orang yang berkunjung ke Tambora itu bukan hanya sebagai wisatawan saja, yang datang untuk melihat keindahan. Tetapi juga dapat memperoleh pengetahuan tentang warisan geolog dan isu lingkungan,” jelas Aries panjang lebar.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin dan juga Bupati Bima yang diwakili Asisten II Setdakab Bima, Ir H. Nurdin H. Ahmad, menyampaikan bahwa Kabupaten Bima dan Dompu juga memiliki kepentingan besar dengan naiknya status Tambora menjadi Geopark Nasional. Oleh karenanya pihaknya siap mendukung segala usaha dari pemprov untuk menaikan status Gunung Tambora menjadi Geopark Nasional. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com