Mataram. LombokInsider.com – Mengantisipasi dampak dari erupsi Gunung Agung terhadap pariwisata di NTB, pada Kamis (30/11), Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan Rapat Koordinasi bersama seluruh para pelaku pariwisata di NTB.

Pada rapat tersebut Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal mengajak seluruh elemen pariwisata terkait, dapat membantu melayani dengan baik wisatawan yang datang dan pergi dari Lombok, akibat dampak dari erupsi Gunung Agung.

Dari hasil rakor, seluruh komponen pariwisata NTB siap memberikan pelayanan terbaiknya. Dispar NTB juga membentuk Crisis Center di beberapa titik, Senggigi, Pelabuhan Lembar dan Bandara, selain itu tersedia juga informasi destinasi wisata www.pesonalomboksumbawa.travel, bagi para penumpang yang memutuskan untuk memperpanjang liburannya di NTB.

“Pemberian diskon 50 persen bagi wisatawan sudah kita lakukan,” ujar Aang Sadikin, mewakili Ketua IHGMA chapter Lombok.

Selain IHGMA, koordinasi juga dilakukan dengan PHRI dan AHM agar industri perhotelan dapat memberikan bagi wisatawan yang pesawatnya gagal berangkat dan membutuhkan akomodasi.

“Sistem buka tutup seperti ini memang sudah lazim dilakukan untuk mengatisipasi situasi yang ada. “Apa yang terjadi kemarin adanya siklon tropis Cempaka, di pesisir selatan Jawa, sehingga angin berubah arah, kami prediksi akan berlangsung selama 3-7 hari kedepan,” jelas Oral, Kepala BMKG NTB. Oral mengatakan pihaknya akan terus memberikan berita terkini tentang segala perubahan yang terjadi.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia DPD NTB, Ainuddin, menjelaskan pihaknya juga siap berkoordinasi dalam memberikan informasi pada para tamu. “Kami di lapangan akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, hanya saja harus dipastikan bahwa informasi yang akan kami sampaikan sifatnya valid, sehingga tidak membingunkan wisatawan,” ujar Ainuddin.

Sementara pihak Pelindo III yang hadir juga menyatakan kesiapannya dalam membantu dan berkoordinasi ASDP Lembar. “Kami siap membantu dengan menyiapkan armada yang ada demi kelancaran proses pemindahan para penumpang yang ingin keluar dari Lombok melalui jalur laut dari Pelabuhan Lembar,” ucap GM Pelindo III Lembar, Baharuddin.

TNI-AL juga turun untuk membantu memantau keamanan, khususnya di perairan Pelabuhan Lembar, Lobar dan Teluk Nare, KLU.

Demikian dengan pihak Pemkab Lobar, telah menyiapkan bantuan kendaraan yang standby, berupa bus sekolah dan kendaraan perintis. Bahkan untuk mengisi waktu luang jika memilih untuk tetap di Lombok, bisa juga untuk diarahkan ke perayaan Perang Topat.

Laporan dari petugas Sahbandar di Pelabuhan Bangsal, sejauh ini, sempat terjadi lonjakan penumpang datang dan berangkat sehari pasca erupsi. “Memang sempat terjadi lonjakan penumpang sebesar 20 persen, tapi hanya sehari, yakni pada Senin (27/11), pergerakan penumpang mencapai 2824, akumulasi dari yang datang dari dan berangkat ke Bali,” jelas Pujianti, Staff Sahbandar, Pelabuhan Bangsal. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com