Taliwang, LombokInsider.com – Pada awal 2018 ini, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bisa menjadi destinasi wisata pilihan untuk dikunjungi. Bagian terakhir dari tulisan berseri ini menjelaskan tentang keindahan pantai lainnya yang ada di KSB juga tentang air terjun yang namanya sudah mulai di kenal luas dikalangan blogger dan traveler di Sumbawa.

Pantai Rantung

Merupakan tempat eksotis untuk menikmati guratan langit lembayung-jingga saat mentari terbenam, mentari menghilang di garis laut seakan dibingkai dua gili kecil pada kedua sisinya. Pantai Rantung diakui sebagai pantai yang paling romantis dibanding pantai lainnya di KSB. Dapat dicapai hanya 8 menit (4.1 km) dari Pantai Lawar.

Rantung juga terkenal akan pecahan ombak laut selatan yang bergulung-gulung seperti yoyo tanpa henti. Ombak yoyo setinggi 3-4 meter telah menjadi incaran para surfer asing tingkat advance.

Banyak hotel, restoran dan bungalow mulai tumbuh menjamur di sekitarnya. Diantaranya Lisa’s Garden, Rantung Beach Hotel, Yoyos Hotel Bar & Restaurant dan Sing Ken Ken Beach House. Geliat perekonomian masyarakat setempat mulai tumbuh dengan membangun kedai-kedai yang menyajikan menu internasional.

Pantai Tropical

Ombak yang relatif stabil membuat Pantai Tropical pernah menjadi tuan rumah ajang selancar tingkat nasional beberapa tahun silam. Pantai ini juga sangat asyik sebagai tempat untuk bermain jet sky. Di kalangan komunitas surfer pantai Tropical juga telah tercatat dalam agenda untuk dijajaki. Hanya diperlukan waktu 5 menit (2,7 km) saja untuk mencapainya dari Pantai Lawar.

Bagi surfer yang gemar memacu adrenalin di spot surfing yang satu ini, bisa datang pada Maret-Oktober saat ombaknya kencang dan tinggi. Ketika bulan purnama, surfer biasanya berselancar hingga tengah malam.

Selain indah, Pantai Tropical memiliki butir pasir pantai seukuran biji merica dan berwarna putih bersih. Bentuk pantainya melengkung seperti danau, warna laut yang biru toska menjadikannya semakin eksotis dan menawan.

Pantai ini juga menjadi pusat festival Nyale tiap tahunnya pada pertengahan Februari, dimana penduduk beramai-ramai datang dan menginap untuk memburu Nyale. Nomad Tropical resort, menjadi satu-satunya hotel dengan berbagai fasilitas seperti bar, kolam renang, pusat kebugaran dan restoran.

Air Terjun Perpas

Wisata tracking menelusuri jalan setapak dan menguak rimba dapat kita lakukan di sepanjang jalur menuju Air Terjun Perpas, Sekongkang. Lokasinya tak seberapa jauh dari Pantai Rantung, sekitar 10 menit (5,8 km). Berawal dengan menyeberangi sungai kemudian menanjak di sela-sela bebatuan dan akar pohon selama 1-1,5 jam tergantung kondisi alam.

Air terjun ini tak setinggi air terjun lainnya, airnya hanya melimpas di sela-sela batu setinggi 1,5 m, namun kubangan airnya sedalam 6 m membentuk kolam yang sebening kristal yang sangat eksotis.

Berendam, berenang dan melompat di jernihnya air Perpas akan menghapus lelah dan membasuh keringat selama perjalanan. Hanya alunan merdu sayap-sarap serangga liar dan gemericik air yang terdengar, memberi ketenangan dalam kesunyian yang alami.

Pantai Aik Kangkung

Bagi wisatawan yang ingin ketenganan, Pantai Aik Kangkung adalah tempat yang tepat. Lokasinya terpencil, sekitar 35 menit (19,6 km) dari Pantai Tropical menyusuri hutan lindung. Ruas kiri dan kanan jalan menuju Aik Kangkung dipenuhi flora dan fauna spesies lokal hutan tropis, namun kondisi jalan sangat mulus.

Pantai Aik Kangkung tergolong pantai tropis yang belum terjamah. Mereka yang datang kebanyakan para nelayan dan penghobi mancing. Belakangan ini pemburu ombak juga mulai mengincar Aik Kangkung sebagai spot surfing. Hanya ada satu restaurant dan beberapa kios kecil di sekitarnya.

Untuk mencapai semua destinasi diatas dapat dilakukan dengan perjalanan darat dan laut sejauh 133 km, atau selama 5-6 jam dari Mataram. Perjalanan selama 2 jam dari Mataram menuju pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, baik menggunakan bis umum, travel maupun kendaraan pribadi, berjarak 81 km.

Kemudian dilanjutkan dengan naik kapal ferry menyeberangi selat Alas (20,5 km) menuju pelabuhan Poto Tano, selama 2-3 jam tergantung cuaca. Sekitar 45 menit (31 km) anda akan tiba di Terminal Tana Mira, Taliwang, KSB.

Jika ingin berhemat, perjalanan dari Mataram-KSB dapat menggunakan bis umum dengan harga Rp70-100 ribu dan jika ingin lebih nyaman, saat ini juga telah tersedia pelayanan jasa travel Mataram-Kayangan seharga Rp50 ribu per orang.

Perjalanan juga bisa langsung menuju Pelabuhan Benete menggunakan speed boat selama 1,5 jam (80 km) dengan membayar tiket Rp140 ribu per orang. Khusus bagi karyawan tambang PTAMNT dan mitra bisnisnya, pilihan lain menuju KSB dapat ditempuh dengan jalur udara melalui Lombok Internasional Airport (LIA) – Benete ditempuh selama 25 menit dengan harga tiket Rp720 ribu per seat. (LI)

 

Penulis dan Foto: Komang Ardana

Penyunting: Agus Apriyanto

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com