Mataram, LombokInsider.com – Muda, Cantik dan Inspiratif, itulah sosok Sally Giovanny, pemilik usaha Batik Trusmi yang telah memiliki 10 cabang di seluruh Kota Besar di Indonesia. Inilah yang terlihat ketika ia tampil pada talk show yang berjudul Inspirasi Wirausaha Perempuan di Ballroom Islamic Center NTB, Sabtu (3/6). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan di Pulau Seribu Masjid, Lombok.

Sally juga memuji penyelenggaraan Festival Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center NTB. Menurutnya, Pesona Khazanah Ramadhan yang diisi dengan ragam kegiatan edukatif menjadi sebuah terobosan baru dalam memaknai bulan suci selama sebulan penuh.

Sally menilai, ragam kegiatan yang ada di Islamic Center NTB membuat masyarakat tidak hanya sekadar ngabuburit, namun juga mendapatkan ilmu dan saling berbagi tentang wirausaha yang dibalut sisi spiritual.

ISLAMI. Fashion Show juga Mewarnai Acara Talk Show Inspirasi Wirausaha Perempuan di Ballroom IC, Sabtu (3/6).

“Acara ini sangat bermanfaat dan inspiratif banget, sangat sesuai dengan judulnya,” ujar Sally yang masuk dalam jajaran pengusaha wanita termuda di Indonesia. Umurnya yang baru menginjak 28 tahun tidak membuatnya lantas jadi manja, justru sebaliknya dari 17 tahun saat awal menikah Sally sudah mulai berwira usaha bersama suaminya.

“Menjadi wanita shalehah bukan hanya di rumah saja, namun juga harus produktif dan berpengaruh positif bagi lingkungan sekitar, terutama keluarga,” lanjut Sally. Meski berada di rumah, kaum hawa bisa memanfaatkan waktunya dengan berkreasi misalnya membuat kue, hingga berbisnis online, sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Mental entrepreneur itu berani memulai dan bertanggung jawab, jadi apa yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Sally yang membangun usahanya dengan modal uang hasil hadiah pernikahannya. Menurutnya wirausahawan baru harus menghargai setiap proses yang ada. “Jangan berhenti di tengah jalan karena tidak membuahkan hasil. Proses itu tidak akan membohongi hasil yang kita dapatkan,” ucapnya.

Sally berpandangan perempuan NTB, khususnya di Pulau Lombok memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan kewirausahaan. Menurutnya, Lombok memiliki keindahan alam dan destinasi wisata yang bisa menjadi inspirasi dalam berkarya.

“Lombok itu ngangenin, selain banyak destinasi indah juga punya sejuta kenangan dengan seribu masjidnya,” ungkap Sally yang mengaku telah datang ke Lombok beberapa kali.

Sebagai pecinta kuliner khususnya makanan pedas, Sally mengaku sangat menggemari kuliner khas Lombok, seperti Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Sate Rembiga, hingga Nasi Balap Puyung. “Bikin nafsu makan meningkat kalau ke Lombok,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB, pada laoprannya mengatakan diadakannya acara ini adalah sebagai pemacu semangat ibu-ibu para pengusaha muda yang tergabung dalam IWAPI agar dapat mencontoh atau mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah dilalui oleh Sally Giovanny. HL. Moh. Faozal juga menjelaskan bahwa selama Ramadhan, setiap harinya terjadi nilai transaksi hingga Rp100 Juta.

Ini diraih dari seluruh kegiatan seperti kampung Ramadhan, bazzar kuliner, pakaian muslim, buku dan kegiatan ekonomi kreatif lainnya yang diselenggarakan di sekitar Islamic Center.

Hal senada disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, beliau merasa bangga dan kagum bahwa salah satu perempuan muda di Indonesia bisa menjadi pengusaha sukses seperti Sally Giovanny. Istri dari orang nomor satu di NTB ini juga mengingatkan agar ibu-ibu dapat mengembangkan seluruh potensinya yang ada untuk terus berkarya dan bekreja untuk pribadi, keluarga, daerahnya bahkan untuk negerinya.

Hadir pada acara itu, Sekda NTB beserta ibu, Ketua Persit dan Bhayangkari, serta ibu-ibu seluruh organisasi wanita yang ada di Nusa Tenggara Barat. Selain talk show, acara juga diisi dengan fashion show busana muslimah, pameran buku dan lainnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com