Sumbawa Besar, LombokInsider.com – Festival Moyo 2016 di Kabupaten Sumbawa telah dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB H. Muh. Amin didampingi Bupati Sumbawa H.M. Husni Jibril B.Sc dan Wakilnya serta disaksikan oleh ribuan masyarakat Sumbawa, dilapangan Kerato Kecamatan Untir Iwes, pada Jum’at (23/9). Selain Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) serta Lombok Timur juga ikut ambil bagian dalam Festival Moyo tahun ini. Pada acara pembukaan, ditampilkan Tarian Sarembang Baguba serta ditutup dengan karnaval Budaya dari 24 Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa, sedangkan KSB menampilkan atraksi Gentao, yakni seni bela diri tradisional Sumbawa dan Lotim menampilkan arakan-arakan Gendang Beleq.

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Antusias. Ratusan Tamu Undangan dan Ribuan Masyarakat Menghadiri Festival Moyo pada Jum'at (23/9), di Lapangan Kerato Sumbawa.

Antusias. Ratusan Tamu Undangan dan Ribuan Masyarakat Tampak Antusias Menghadiri Festival Moyo pada Jum’at (23/9), di Lapangan Kerato, Kecamatan Untir Iwes, Sumbawa.

Even tahunan ini merupakan yang kelima di Kabupaten Sumbawa, akan berlangsung dari 23 September sampai dengan 16 Oktober 2016. “Ini merupakan momentum yang sangat penting dan tidak boleh disia-siakan oleh pemerintah daerah serta masyarakat Sumbawa karena merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan Festival Moyo ini sangat strategis, karena sektor pariwisata saat ini sangat menjanjikan dalam pembangunan masyarakat Sumbawa dan NTB,” kata Wagub pada sambutannya.

Acara yang dihajatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbawa serta menjadi ajang promosi wisata daerah ini, berlangsung meriah dan lancar. Sementara itu, Bupati Sumbawa menjelaskan bahwa begitu banyak kritik ditujukan pada penyelenggaraan kali ini. “Kegiatan Festival Moyo ini, tak pernah sepi dari kritik, bahkan banyak pihak yang secara kritis mempertanyakan bahkan meragukan peran dan konstribusi Festival Moyo dalam meningkatkan angka kunjungan wisata ke Kabupaten Sumbawa khususnya dan NTB umumnya,” ungkap H.M Husni Jibril dihadapan tamu undangan dan masyarakat.

Bupati menambahkan, bahwa pihaknya justru senang dengan banyaknya masuk

Partisipasi. Gendang Beleq, Seni Budaya Tradisional Lombok, ikut Memeriahkan Festival Moyo 2016.

Partisipasi. Gendang Beleq, Salah Satu Seni Budaya Tradisional Lombok, ikut Memeriahkan Festival Moyo 2016.

kan dan saran serta kritik, berarti masyarkat sangat peduli akan hal ini. “Sebagai pimpinan daerah di Sumbawa, tentunya kritikan itu menimbulkan kebanggaan tersendiri. Kritik itu seperti jamu pahit tapi menyehatkan, harus diakui memang konstribusi Festival Moyo sebagai salah satu even wisata besar tahunan yang diharapkan mendongkrak angka kunjungan wisata belum terlihat signifikan, namun seiring waktu pemerintah berusaha untuk terus melakukan pembenahan disegala lini, sehingga pada saatnya nanti akan dapat tercapai seperti apa yang diharapkan,” tegasnya.

Husni Jubril juga menyampaikan, bahwa selain sebagai ajang promosi wisata dan budaya Kabupaten Sumbawa khususnya dan NTB secara umum, festival ini dihajatkan agar pariwisata Sumbawa lebih dikenal lagi. Oleh karenanya, diperlukan sinergitas dari seluruh pihak untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan Festival Moyo setiap tahunnya agar terjadi peningkatan sehingga keberadaannya mencapai tujuan yang diharapkan. Bupati dan wakilnya H. Mahmud Abdullah, berkomitmen untuk menjadikan Moyo sebagai sebuah festival wisata seni dan budaya rutin tahunan yang akan dinantikan oleh masyarakat nasional bahkan international.

Atraksi Seni dan Budaya

Setelah prosesi sambutan pembukaan, acara Festival Moyo 2016 dirangkaikan dengan pelbagai kegiatan diantaranya, Karnaval Kerealang, Pawai Budaya, serta pameran pembangunan. Parade budaya menampilkan pesona keindahan tenun khas Sumbawa baik berupa kerealang, pabasa alang maupun sapualang ya

Karnaval. Acara Pembukaan Festival Moyo ditutup dengan Parade Karnaval Kerealang.

Karnaval. Acara Pembukaan Festival Moyo ditutup dengan Parade Karnaval Kerealang.

ng dipakaikan secara kreatif dengan titik sentuh fashion kepada para peserta dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa sehingga semakin menambah daya tarik tenun khas tersebut.

Selain itu pawai budaya juga menampilkan kekayaan ragam cerita rakyat Sumbawa seperti cerita Batu Langlelo, Tanjung Munangis, menonjolkan sang tokoh cerita didukung dengan visualisasi yang dilakukan oleh peserta pawai secara keseluruhan guna memperkuat pemahaman penonton akan cerita tersebut. Hari-hari berikutnya akan dilaksanakan juga pawai budaya pelajar dan komunitas etnis yang ada di Sumbawa seperti etnis Sasak, Mbojo, Flobamora, Jawa, Bali dan Tionghoa.

Hadir dalam acara pembukaan Festival Moyo tersebut, Anggota DPR RI, Wagub, Bupati/ Wali Kota serta Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa serta peserta Pawai Festival 24 Kecamatan Se Kabupaten Sumbawa serta dan peserta dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Timur. (LI)

 

Pewarta: Lukmanul Hakim

Penyunting: Agus Apriyanto

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com