Praya, LombokInsider.com – Sebagai sebuah festival yang telah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun, Festival Pesona Bau Nyale (FPBN) selalu saja menjadi magnet dalam menarik kehadiran banyak orang yang berpusat di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah.

Ini terlihat dari antusias masyarakat dan juga wisatawan yang datang memadati Pantai Seger pada malam puncak untuk menyaksikan berbagai macam kegiatan yang digelar. Ada sekitar 12 even yang menjadi rangkaian dari FPBN 2018 ini dan Alhamdulillah semua berjalan baik,” kata Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal dalam laporannya.

Faozal menambahkan bahwa Festival Pesona Bau Nyale ini memang telah menjadi suatu acara yang selalu dinantikan, baik oleh masyarakat maupun wisatawan. “Ini sudah melegenda, jadi acara ini selalu menjadi daya tarik tersendiri dikalangan masyarakat,” jelasnya.

Senada dengan Kadispar NTB, Esthy Reko Astuti, Staf Ahli Kemenpar RI bidang Multikultural, mewakili pemerintah pusat berkomitmen untuk selalu mendukung even ini.

“FPBN ini sudah jadi tradisi ratusan tahun, Kemenpar selalu mendukung karena sudah ada perpres yang menjelaskan bahwa KEK Mandalika menjadi prioritas dari 10 destinasi utama, juga masuk dalam 3 besar bersama dengan Toba dan Borobudur,” ujar Esthy.

“Ini juga sebagai salah satu penunjang dari ikhtiar NTB menuju 4 juta wisatawan. Serta dukungan kepada target pemerintah pusat sebesar 17 juta kunjungan pada 2018 ini,” ucapnya.

“Terima kasih kepada Kemenpar RI yang memasukan FPBN sebagai agenda resmi tahunan nasional. Mudah-mudahan dengan sinergi yang baik ini, FPBN akan lebih banyak lagi menarik minat pengunjung kita tak hanya dari nusantara tapi juga mancanegara,” kata Sekda NTB, Rosiady Sayuti.

Sementara Plt. Bupati Lombok Tengah, L. Fathul Bahri, sangat mengapresiasi semua bentuk dukungan, baik dari pemerintah pusat dan provinsi kepada festival ini.

“Saya atas nama masyarakat Loteng, sangat berterima kasih terhadap segala dukungan ini, dari menjadikan Mandalika sebagai KEK hingga FPBN masuk dalam 100 Wonderful Even Kemenpar,” ujarnya.

Pada malam puncak ini, hiburan yang banyak menyedot perhatian pengunjung adalah sendratari yang mengisahkan legenda putrid nyale dan pemilihan Putri Nyale 2018. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com