Mataram, LombokInsider.com – Masih dalam suasana bulan Rabiul Awal pada kalender Hijriah atau Islam, dimana mayoritas umat Islam khsususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), merayakan bulan dimana Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Dalam perayaan ini biasanya para tamu undangan yang hadir akan disajikan hidangan khas maulid yang terdiri dari makanan pembuka berupa kue-kue ringan, beberapa saat kemudian baru hadir makanan utama dan kemudian diakhiri dengan makanan penutup.

Plecing Kangkung, Ikan Nila Goreng, Rendang Daging dan lainnya yang Merupakan Makanan khas Maulid yang hampir selalu ada.

Plecing Kangkung, Ikan Nila Goreng, Rendang Daging dan lainnya yang Merupakan Makanan khas Maulid yang hampir selalu ada.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, dalam acara maulid biasanya para tamu akan disuguhkan 2 jenis dulang, dulang pertama berisi hidangan utama seperti Nasi, Opor Ayam, Rendang Daging, Telur, Kacang, Sayur Nangka, Ares dan lainnya, menu berbeda-beda tergantung daerah yang sedang merayakannya. Sedangkan dulang kedua berisi makanan ringan seperti Wajik, Tempeyek, Kuping Gajah, Iwel, Banget, Poteng (tape ketan) dan yang spesial khas lombok adalah Nasi Rasul (nasi kuning dari ketan) karena hanya bisa ditemukan pada bulan maulid saja. Nasi yang dibuat dari ketan dan ditaburi parutan kelapa yang telah goreng dan ditambahkan suwiran ayam yang dibumbui.

Hampir semua makanan tadi terasa manis dan gurih, khsusus unutk Iwel yang terbuat dari ketan hitam, santan dan gula merah yang telah diaduk berjam-jam memiliki perpaduan tiga rasa, manis, gurih dan legit. Tidak jarang buah-buahan juga diselipkan sebagai hidangan pencuci mulut atau hidangan penutup, khusunya di daerah Lombok Barat banyak buah-buahan seperti Rambutan, Durian, Jeruk atau Manggis untuk pencuci mulut. Hidangan yang bermacam ini membuat tradisi maulid sangat ditunggu-tunggu tiap tahunnya oleh warga Lombok.

Menu yang hampir sama selalu kita temui saat Berkunjung di acara maulid.

Menu yang hampir sama selalu kita temui saat Berkunjung di acara maulid.

Hal yang juga membuat maulid di Pulau Lombok agak berbeda dengan daerah lain adalah tradisi silaturahmi dari rumah ke rumah, baik tetangga dekat atau teman jauh. Silaturahmi ini bisa dilakukan dari pagi hingga malam tergantung undangan dari yang punya rumah. Seperti yang sudah dibahas diatas hal ini bukan sekedar silaturahmi, biasanya tuan rumah memberi dulang (hidangan) untuk tamu-tamu yang diundang. Dulangnya sendiri disajikan dengan nampan besar berisi 4 sampai 5 piring sebgai tempat menghidangkan makanan.

Beberapa Daerah Perayaan Maulid disertai dengan Prosesi Adat dan Budaya.

Beberapa Daerah Perayaan Maulid disertai dengan Prosesi Adat dan Budaya.

Di daerah lain di indonesia, tradisi maulid dirayakan secara besar-besaran, contohnya di Jogja yang bikin gunungan oleh pihak keraton, di Lombok juga dirayakan dengan semarak, selama satu bulan penuh. Uniknya lagi dalam 1 bulan, perayaan maulid tiap daerah di Lombok dilaksanakan bergiliran, dari Lombok Timur, Tengah dan Barat serta Mataram, masing-masing sudah punya jadual sendiri-sendiri, sehingga bisa saja dalam sehari kita akan mendapat undangan mauled di 2-3 tempat sekaligus. Selain itu dibeberapa daerah seperti Bayan, perayaan ini juga disertai prosesi adat dan budaya masyarakat sekitar.

Acara perayaan maulid menjadi salah satu tradisi turun temurun warga Lombok, karena selain bisa bersilaturahmi dengan keluarga atau sahabat juga maulid juga menjadi sarana untuk meningkatkan gizi buat yang jarang-jarang menikmati makanan bergizi selama satu bulan penuh, karena itu untuk menyambut bulan maulud harus siap-siap menyiapkan strategi agar jadwal acara maulid dari satu tempat ke tempat yang lain tidak bentrok dan berjalan dengan lancar, sehingga banyak yang bilang kalau bulan maulid itu bulan perbaikan gizi. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com