Mataram, LombokInsider.com – Setelah sempat terjadi longsor pada 27 November 2017 yang lalu, kejadian yang sama kembali terulang lagi di Jalan Raya Pusuk Sembalun. Longsor terjadi pada Rabu (10/1) pagi tadi, sekira pukul 05:00 wita, terjadi kurang lebih 500 meter dari lokasi wisata Pusuk Sembalun yang mengakibatkan korban jiwa atas nama Amaq Riki (Egi), warga Dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung tertimbun material longsor.

Menurut keterangan kronologis kejadian, korban atas nama Amaq EGI bersama dua orang rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari pasar Bertais Cakranegara, Mataram menuju Sembalun dengan menggunakan kendaraan roda 4 AVANZA Hitam dengan No. Pol.: B 1977 LD.

Sekira pukul 05.00 wita, korban bersama kedua rekannya tiba di TKP dan berhenti sejenak untuk mengecek apakah lokasi jalan yang saat itu sudah tertimbun longsor masih dapat di lewati atau tidak.

Namun, beberapa saat setelah korban bersama kedua rekannya turun dari kendaraan yang di tumpangi, tiba-tiba longsoran susulan terjadi dari arah belakang korban. Naas, korban tidak bisa menyelamatkan diri dari longsoran material, sedang kedua rekan korban yang lain selamat.

Proses evakuasi memakan waktu kurang lebih 1,5 jam, sekira pukul 06.30 wita jasad korban berhasil ditemukan oleh masyarakat yang berada di TKP dengan menggunakan alat seadanya, selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Sembalun.

Sekira pukul 07.45 wita kendaraan korban berhasil di evakuasi dari timbunan material longsor menggunakan alat berat yang telah tiba di TKP. Sementara jalur Sembalun menuju Suela ditutup untuk umum, sampai dengan selesainya pengerjaan timbunan longsor menggunakan alat berat.

Sebelumnya, sejak kejadian longsor pada 27 November 2017, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, telah mengimbau agar wisatawan atau pengendara kendaraan bermotor agar lebih berhati-hati lagi. Karena jalan menuju Pusuk Sembalun yang berkelok dan menanjak serta licin di musim hujan cukup berisiko.

Menurut keterangan warga setempat, longsor kerap terjadi di musim hujan seperti saat ini, ditambah lagi sejak adanya proyek pelebaran jalan dengan mengikis tebing di sisi kiri jalan. Selain harus lebih berhati-hati, demi keamanan disarankan menggunakan jalur alternatif dari utara melalui Senaru. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com