Turis panen padi di Tete Batu. Foto: Musanif

Tete Batu, LombokInsider.com – Bagi turis Eropa atau Australia, memanen secara tradisional merupakan pengalaman yang istimewa mengingat tanaman padi tidak tumbuh di negeri mereka yang bahan pangan utamanya gandum. Pengalaman unik dan menarik inilah yang dijual oleh para pegiat pariwisata di Desa Wisata Tete Batu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur yang ter-

Turis menumbuk kopi di Tete Batu. Foto: Musanif

Turis menumbuk kopi di Tete Batu. Foto: Musanif

kenal dengan destinasi air terjun di kaki Gunung Rinjani.

“Banyak dipasarkan paket wisata Tete Batu Tour yang fokusnya adalah menyelami kehidupan alami di desa. Tidak saja berjalan-jalan keliling desa, para tamu juga diajak terlibat langsung dalam kegiatan keseharian masyarakat,” kata Rika Herawati, Staf di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Timur.

Menurut Rika, dua kegiatan keseharian masyarakat namun sangat diminat oleh wisatawan adalah memanen padi dan membuat kopi secara tradisional. “Para wisatawan diajak ke sawah, dijelaskan proses menanam padi sampai memanen padi. Lalu mereka diajak menanam padi dan juga memanen padi dan merontokkan padi secara tradisional,” jelas Rika.

Kegiatan pengolahan kopi secara tradisional juga tidak kalah menariknya. “Wisatawan diajak untuk membuat kopi secara langsung mulai dari menggoreng, menumbuk, menghal

Air terjun di Tete Batu. Foto: Musanif

Air terjun di Tete Batu. Foto: Musanif

uskan dan menyeduh. Tentu saja kemudian menikmati kopinya,” kata Rika.

Air Terjun

Tetebatu sangat terkenal dengan destinasi air terjun. Desa ini juga memiliki keindahan alam yang luar bisa dengan udara yang sejuk, alam yang asri dan juga daya tarik pemandangan Gunung Rinjani.

“Di Tete Batu ada beberapa air terjun mini yang bisa dicapai dengan jalan kaki ringan melewati hamparan sawah,” kata Rika.

Kini warga Tete Batu juga menawarkan paket wisata yang disebut One Night Interest. Dalam paket wisata ini, para tamu diajak menikmati suasana makan malam tradisional yang khas Lombok. “Mereka disuguhui makan malam secara tradisional dengan menu tradisional yang diiringi dengan hiburan tari dan musik tradisional Sasak,” tambah Rika.

Menginap di Tete Batu kini juga semakin mudah. Wisatawan bisa menginap di rumah-rumah warga untuk mendapatkan pengalaman unik hidup bersama masyarakat. “Namun, bagi mereka yang ingin privasi, sekarang sudah ada sembilan hotel yang beroperasi di Tete Batu,” pungkas Rika. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono