taman udayana

Mataram-Lombokinsider.com – Sudah sekitar 10 tahun terakhir, Taman Udayana menjadi salah satu pusat rekreasi utama bagi masyarakat Mataram khususnya. Setiap pagi dan sore taman ini dipenuhi oleh warga yang berolah raga baik dijalan, maupun di jogging track yang disediakan.

Tidak salah memang taman Udayana menjadi pusat rekreasi dan olah raga di tengah kota karena pemerintah kota Mataram menyediakan fasilitas seperti jogging track sekitar 2-3 km keliling taman, musholla, beberapa alat olah raga kebugaran juga dipasang, tempat latihan skate board dan juga lapangan basket, serta tempat parkir yang luas ditunjang dengan jalanan yang bersih dari kotoran kuda, karena cidomo memang dilarang melalui jalan Udayana.

Selain itu taman-taman yang ada, baik yang lama, maupun yang sedang dibuat dipenuhi bunga-bunga menambah keindahannya, demikian juga pohon-pohon rindang sehingga oksigen yang dihasilkan membuat udara sekitarnya semakin segar untuk dihirup oleh mereka yang sekedar bermain ataupun berolah raga.”Enaknya disini pohonnya banyak dan rindang jadi sejuk dan segar disebelah barat juga ada sawah yang membentang,” jawab Nuri seorang pengunjung yang sedang berolah raga, ketika ditanya mengapa memilih taman Udayana untuk tempat olah raga.

Produk kuliner juga tersedia hampir disepanjang kiri-kanan jalan, menjadi indikator menggeliatnya perekonomian masyarakat sekitar dengan keberadaan taman ini. Berbagai jenis makanan dan minuman tersedia seperti, sate bulayak, mi goreng, nasi goreng, bebek tulang lunak, mi ayam, bakso dan masih banyak makanan lainnya. Demikian juga dengan minuman seperti: aneka jus buah, kopi, the dan soft drink. Banyak juga pengunjung yang datang hanya sekedar untuk menikmati kuliner yang ada disana, selain itu banyak juga yang memanfaatkan taman ini untuk tempat pertemuan sambil bersantai.

Sejarah

Dari sejarahnya taman Udayana sendiri telah diresmikan pada Agustus 1988 masa pemerintahan Gubernur H. Gatot Suherman, hal itu dapat kita ketahui dari monumen yang diatasnya terletak batu besar ditengah taman Udayana, ini berarti sudah sekitar 28 tahun. Disekeliling monumen juga tergambar relief-relief kegiatan kehidupan masyarakat kota Mataram sehari-hari, seperti berdagang, bertani dll. Seiring berjalannya waktu taman Udayana banyak mengalami perbaikan infrastruktur untuk menunjang fungsinya sebagai pusat sport tourism, serta menambah keasriaan dan kenyamanan para pengunjungnya.

Car Free Day

Khusus Minggu pagi dari pukul 06:00-09:00, disepanjang jalur jalan Udayana diterapkan Car Free Day (hari bebas kendaraan bermotor)  walaupun waktunya singkat tetapi cukup efektif mengurangi polusi udara ditengah kota Mataram yang sudah sangat padat oleh kendaraan bermotor roda dua dan empat.

Minggu pagi memang saat yang tepat bagi keluarga anda untuk sekedar bersantai dan berolah raga di taman udayana, jangan khawatir karena berbagai macam kebutuhan anda tersedia disana. Karena pada Minggu pagi semua pedagang dari baju, makanan, minuman, buah, permainan anak dll, tumpah ruah menjadi satu dengan para pembeli. Hal ini juga dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang sehari-harinya bukan pedagang ikut berjualan juga, seperti yang diakui oleh Maman, penjual makanan ringan disana. “Saya jualan hanya hari Minggu aja, yaaah lumayan sampai jam 10:00 bisa dapet Rp100 ribuan.

Sebenarnya ada juga taman Sangkareang, sebagai sarana rekreasi lainnya, tapi dari penelusuran lombokinsider.com mereka lebih memilih taman Udayana untuk bersantai dan berolah raga, karena lebih sejuk, luas areanya, alami dan ramai. Nah bagi anda yang baru berkunjung ke Mataram, taman Udayana bisa menjadi salah satu pilihan berwisata sambil berolah raga terutama di hari Minggu. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono