Pertarungan peresean.

Dua orang pepadu tengah bertarung di atas arena Tarung Pepadu Peresean yang diadakan di Gedung Budaya Narmada, Lombok Barat, NTB, Rabu (17/8).

 

Narmada, LombokInsider.com – Seni tarung tradisional perisean telah menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Lombok sehingga terus dilestarikan. Sebuah even besar Tarung Pepadu Peresean pun digelar di arena Taman Budaya Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang dibuka pada Rabu (17/8). Lomba yang diselenggarakan oleh Padepokan Peresean Sasak Galih Presak Narmada ini didukung oleh Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

“Penyelenggaraan lomba peresean ini adalah bagian dari komitmen ITDC untuk mengembangkan kekayaan seni budaya Lombok yang akan menyatu dengan kawasan destinasi wisata. ITDC secara serius akan melakukan riset dan pengembangan seni budaya agar atraksi seni budaya tersebut dapat saling mendukung dengan destinasi wisata sehingga mampu menarik kedatangan wisatawan,” kata Direktur Utama ITDC,  Abdulbar M. Mansoer.

ATRAKSI. Peresean menjadi daya tarik wisatawan di Lombok.

ATRAKSI. Peresean menjadi daya tarik wisatawan di Lombok.

Lomba tarung pepadu peresean ini digelar mulai tanggal 10 hingga 19 Agustus 2016 diikuti oleh warga dari berbagai daerah di Lombok, NTB. Pada pertandingan yang digelar setiap hari akan dipilih ‎dua orang pepadu (petarung peresean) terbaik yang akan tampil pada Perang Bintang Pepadu tanggal 18 dan 19 Agustus 2016.

Peresean adalah sebuah seni beladiri tradisional yang bersenjatakan tongkat rotan dan tameng dari kulit sapi atau kerbau. Petarung yang disebut pepadu akan menyerang satu sama lain dengan tongkat rotan dan menangkis menggunakan tameng dari kulit sapi atau kerbau.

Seni budaya peresean ini juga diiringi dengan alunan peralatan musik tradisional seperti gong, sepasang kendang, rincik atau simbal, kajar dan suling. Ketika musik mulai mengalun, para petarung peresean akan menghentikan pertarungan dan menari-nari mengikuti irama yang dimainkan para pemain musik.

Selain mendukung pelestarian seni budaya, dalam mengembangkan destinasi wisata, ITDC juga melakukan serangkaian program pengembangan dan peningkatan daya saing masyarakat di kawasan wisata. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah pelatihan sadar wisata bagi masyarakat di antaranya guru-guru sekolah dasar dan madrasah. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru sekolah dasar mendapatkan pengalaman dan pemahaman mengenai peran yang dapat dimanfaatkan masyarakat di industri pariwisata.

ITDC juga melakukan pelatihan sadar wisata bagi pelaku industri pariwisata di Lombok. Bentuk kegiatan ini antara lain adalah kursus bahasa Inggris dan Mandarin bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), pedagang asong dan pedagang souvenir. Selain itu perusahaan juga memberikan pelatihan safety driving dan sertifikasi bagi pelaku usaha transportasi.

“Melalui serangkaian program tersebut dan progam-program pemberdayaan masyarakat lainnya yang sudah dijalankan oleh perusahaan diharapkan ITDC dapat secara nyata memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat. Pembangunan destinasi wisata harus memberikan dampak positif baik di bidang ekonomi serta pelestarian budaya masyarakat,” tutup Abdulbar. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono