Hj Nuraini dan karyawan RM Taliang I. Menjaga cita rasa demi mempertahankan pelanggan setia.

Hj Nuraini dan karyawan RM Taliang I. Menjaga cita rasa demi mempertahankan pelanggan setia.

Mataram, LombokInsider.com – Bila dilihat dari luar tidak ada yang istimewa dari Rumah Makan Taliwang I yang terletak di Jl. AA Gde Ngurah No. 26, Cakranegara pusat kota Mataram ini. Bangunan rumah toko model lama mencerminkan betapa sudah tuannya gedung tersebut meskipun sudah diperbaiki dua kali.

Namun rumah makan ini sangat terkenal di kalangan pecinta makanan khas Lombok yakni nasi ayam Taliwang dan plecing yang terkenal pedas serta nikmat. Bisa dibilang bahwa rumah makan ini sudah melegenda di kalangan pecinta kuliner khas Lombok.

“Para pelanggan kami dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintahan, pengusaha, masyarakat biasa, ibu hamil yang sedang ngidam dan orang yang sedang sakitpun biasa datang kesini karena kangen sama makanan kami,” kata Hj. Nuraini Moerad, 57 tahun, pengelola rumah makan milik keluarga delapan bersaudara ini.

Puncak keramaian biasanya terjadi pada jam istirahat siang mulai pukul 11.00-13.00 sehingga Hj Nuraini dan 20 orang anak buahnya cukup kewalahan. “Alhamdulillah pelanggan setia cukup banyak dan usaha kami lancar sehingga bisa menghidupi keluarga kami,” kata Hj Nuraini seraya menambahkan bahwa ayahnya memiliki 25 anak dari 4 isteri.

Sejarah Panjang

Warung Taliwang dirintis oleh mendiang H. Moerad dan isterinya Hj. Salmah istrinya pada 1967. “Sebelumnya ayah saya bisnis jual beli sapi, bahkan sampai dikirim ke luar negeri. Namun saat usaha dagang sapi mulai menurun, orang tua kami beralih ke usaha makanan,” kenang Nuraini, putri ketiga dari 8 bersaudara satu ibu.

Berbekal toko yang diberi oleh Toke Ing, seorang saudagar keturunan China yang menjalin persahabatan dengannya, H. Moerad memulai usaha rumah makan dengan menu khas Lombok. “Saya ikut membantu berjualan sehingga saya mengerti betul perjalanan sejarah rumah makan ini dari awal hingga sekarang,” terang Hj Nuraini, ibu tiga anak ini.

Dituturkannya, H. Moerad berasal dari Taliwang, Sumbawa Barat sekarang, sedang istrinya Hj. Salmah berasal dari Surabaya. “Tetapi mereka memang sudah lama tinggal di Karang Taliwang, Mataram, sehingga mereka menamai warungnya RM Taliwang,” tutur Hj Nuraini.

“Alhamdulillah dari awal berjualan sudah ramai. Awalnya kami hanya menjual rawon, ayam goreng dan bakar, ikan goreng dan bakar, mi kuah dan goreng, pecel dll. Beberapa tahun kemudian menunya pun bertambah dengan adanya plecing, beberuk dan pepes ikan,” kata Hj Nuraini, yang sejak umur 14 tahun menikah dengan HM. Hasbullah S.Ip ini.

RM Taliwang I pun terus berkembang. Karyawan telah bertambah dari 10 menjadi 20 orang termasuk yang bekerja dirumah menyiapkan bumbu. “Karyawan kami yang paling lama adalah Inaq Sam. Dia juga yang sudah mengerti rahasia bumbu-bumbu khas RM Taliwang ini,” tambah Nuraini.

Keberhasilan usaha RM Taliwang I kemudian menjadi inspirasi bagi saudara-saudara Hj Nuraini dari ibu yang lain sehingga semakin banyak rumah makan Taliwang. Masing-masing rumah makan mengembangkan menu dan memiliki ciri khas. “RM Taliwang I memiliki ciri khas sendiri yaitu sayur nangka, serundeng dan abon,” kata Hj Nuraini.

Seiring perkembangan jaman dengan munculnya restoran dan rumah makan modern termasuk jaringan restoran internasional, RM Taliwang I masih bertahan dan terus berkembang karena memiliki pelanggan yang banyak dan setia. “Kami sangat berharap anak-anak kami tertarik untuk melanjutkan bisnis warisan ini karena sejauh ini mereka kurang tertarik. Namun, kami juga harus ikhlas dengan pilihan anak-anak,” pungkas Hj Nuraini. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono