Restoran 2 EM Mataram

Mataram, LombokInsider.com – Sebagai salah satu rumah makan khas Taliwang, Rumah Makan (RM) Dua EM Bersaudara memiliki menu andalan yaitu sate sum-sum tulang belakang sapi. “Memang selain menu yang sudah sangat dikenal yaitu ayam bakar khas Taliwang dengan berbagai varian rasa, kami di Dua EM Bersaudara memiliki menu andalan lain dari yang lain yakni sate sum-sum tulang belakang sapi yang diberi bumbu pedas manis,” kata Hanafi, pengelola, Senin (26/7).

Tidak hanya itu. Sebagai pemain yang sudah pengalaman 22 tahun di bidangnya RM Dua EM Bersaudara mencoba membuat varian lain dari ayam dan ikan bakar yang dijual.

“Kalau ayam bakar kami mencoba dengan membuat berbagai varian agar pelanggan tidak bosan. Variannya adalah ayam bakar julat, dengan rasa sangat pedas, standar, madu, kecap. Varian rasa yang sama diterapkan untuk ikan bakar,” jelas Hanafi lagi.

ANDALAN. Menu andalan RM 2 EM, sate sumsum tulang belakang sapi, plecing dll.

ANDALAN. Menu andalan RM 2 EM, sate sumsum tulang belakang sapi, plecing dll.

“Selain itu untuk sayuran juga tersedia yang khas seperti plecing kangkung, beberuk, serta sayuran lainnya. Nah yang beda dari kami yaitu sate sum-sum tulang belakang sapi. Ini memang sengaja ditawarkan untuk membedakan kami dari RM Taliwang lainnya,” tegasnya.

Sejarah 2M Bersaudara

Merupakan usaha peninggalan H. Muhibbin Moerad, yang merupakan anak sulung dari pasangan H. Ahmad Moerad dan Hj. Salamah pendiri RM Taliwang I di Komplek pertokoan Cakranegara pada 1967. “RM Taliwang Dua EM berasal dari huruf depan Muhibbin Moerad, namun setelah beliau meninggal pada 2002 pengelolaannya diteruskan oleh keempat anaknya, karena memang usaha ini telah dirintis dengan susah payah, jadi tidak mungkin untuk ditinggalkan. Kemudian namanya diubah menjadi RM Dua EM Bersaudara,” kata Hanafi.

“Awalnya H. Muhibbin Moerad (alm) mendirikan RM sendiri pada 1979-82, diberi nama Taliwang II, di depan RSU Mataram. Kemudian RM ini dijual pada akhir 1982, karena membangun RM Denny Bersaudara di Jl. Pejanggik, Pajang Timur. Namun hanya bertahan 6 tahun karena beliau mencoba usaha lain yakni perumahan, transportasi, ekspedisi dan penyewaan mobil,” jelas Hanafi yang sudah bekerja di RM Dua EM sejak 1994.

Namun pada akhirnya H. Muhibbin Moerad (alm) kembali juga pada usaha awalnya, sehingga pada 1994 mendirikan RM Taliwang Dua EM yang terletak di Jl. Transmigrasi No.99 Cakranegara.

Kini, RM Taliwang Dua EM Bersaudara telah memiliki pelanggan yang banyak. RM ini buka setiap hari melayani pelanggan pada pukul 09:00 padi hingga 22:00 malam. Restoran ini sering penuh pada jam makan siang dan makan malam. Restoran yang cukup luas ini bisa menampung 200 tamu sekaligus di bawah pelayanan 20 karyawan yang terampil.

“Pelanggan banyak dari instansi pemerintahan dan swasta juga perorangan yang sudah sangat mengenal cita rasa RM Dua EM Bersaudara ini,” kata Hanafi.

KHAS. Cita rasa khas membuat pelanggan ketagihan dengan masakan RM 2 EM Mataram.

KHAS. Cita rasa khas membuat pelanggan ketagihan dengan masakan RM 2 EM Mataram.

Promosi dari Mulut ke Mulut

Untuk urusan promosi Hanafi mengatakan tidak melakukannya secara khusus. “Ya, karena kami sudah banyak dikenal dari mulut ke mulut dari dulu sehingga tidak melakukan promosi secara khusus. Justru banyak dari stasiun tv swasta yang datang kemari untuk membuat liputan. Nah dari situ juga secara tidak langsung sebagai ajang promosi bagi kami,” akunya.

“Selain pelanggan dari lokal, banyak juga dari Jakarta, Surabaya, bahkan dari Malaysia dan Singapura. Selain itu kami juga melayani pesanan nasi kotak dan pesanan antar pulau keseluruh Indonesia,” tambah Hanafi.

“Kami berharap semoga pariwisata NTB semakin berkembang dan maju, serta semakin banyaknya even-even tingkat Nasional yang diadakan di Mataram, seperti halnya pelaksanaan MTQN yang sebentar lagi akan digelar,” pungkas Hanafi.

Menurutnya pihak pemerintah juga telah datang untuk melakukan koordinasi kepada semua pengusaha kuliner yang ada di Mataram, agar dapat memberikan pelayanan paripurna kepada para tamu MTQN yang hadir sehingga mereka terkesan dengan Kota Mataram serta NTB secara umum melalui hidangan kuliner yang tersedia. Dengan demikian diharapkan mereka suatu saat akan balik lagi untuk membawa keluargannya masing-masing berlibur ke NTB tercinta ini.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono