Pantai Gading, Kota Mataram

Mataram, Lombokinsider.com – Puluhan ribu wisatawan lokal mengunjungi Pantai Gading, Kota Mataram selama Lebaran Topat (13/7). Pantai yang tidak jauh dari Pantai Loang Baloq ini menawaran tempat yang teduh dan pantai tenang yang cocok untuk wisata keluarga.

“Kemarin sekitar puluhan ribu orang yang datang sehingga tempat parkir sampai tidak ada sela dan pantai terlihat penuh oleh manusia,” kata Satirah, salah seorang pengelola Pantai Gading.

“Puncak keramaian terjadi setelah dzuhur, memang biasanya orang-orang ke Loang Baloq dulu baru kesini tapi juga bisa sebaliknya, bahkan ada yang sejak pukul 06:30 pagi sudah datang,” jelas Satirah.

RINDANG. Pantai Gading diteduhi pepohonan membuat nyaman pengunjung.

RINDANG. Pantai Gading diteduhi pepohonan membuat nyaman pengunjung.

“Pohon-pohon rindang yang ada di tepi pantai merupakan bantuan dari PMI, sedangkan bak-bak sampah bantuan dari UNRAM,” ungkapnya tentang pohon yang memberikan kesejukan bagi pengunjung sehingga betah berlama-lama di Pantai Gading.

“Pantai Gading memang sudah ramai dari dulu namun dua tahun terakhir namanya memang semakin dikenal terutama oleh wisatawan lokal, bahkan ada beberapa turis asing yang juga datang kemari,” lanjut Satirah.

Sementara Ahmad, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya mengatakan sudah beberapa kali ke Pantai Gading. “Kami sekeluarga sudah beberapa kali kemari, enak di sini sejuk dan ombaknya pun tenang, cocok untuk anak-anak bermain di laut, pedagang juga banyak dan lengkap jadi asyik,” ungkap Ahmad.

Memang saat hari-hari ramai seperti lebaran topat dan tahun baru, banyak pedagang yang datang berjualan baik dari masyarakat sekitar, maupun dari luar. Bermacam makanan dan minuman banyak dijual para pedagang, juga permainan anak-anak, bahkan ada yang berjualan kain dan sprei.

Sedangkan keluarga Marni bersama anak dan suaminya bahkan sudah sejak pagi berada Pantai Gading. “Kami sejak dari pagi sekitar jam 08:00 sudah di sini,” ungkapnya.

MEMBLUDAK. Pengunjung membludak selama lebaran topat.

MEMBLUDAK. Pengunjung membludak selama lebaran topat.

Kendala Kepemilikan

Menurut Satirah karena pengelolaan pantai dimiliki oleh perorangan maka kurang mendapat perhatian dari Pemkot Mataram. “Sudah sering kami minta bantuan kepada pemerintah, baru menghasilkan dua buah berugaq dari Pak Walikota dan wakilnya, bahkan lampu penerangan jalan ada yang tiangnya roboh belum juga diperbaiki,” keluhnya.

Satirah dan teman-temannya berharap semoga pariwisata Lombok semakin berkembang dan maju khususnya Pantai Gading. “Kami warga sekitar Pantai Gading siap bertanding dengan destinasi wisata lain untuk terus memperbaiki diri dan kualitas destinasi di sini, semoga pemerintah juga melirik kami di sini,” tegas Satirah.

Mereka sangat mengharapkan keadilan di mana jika Pantai Ampenan dan Loang Baloq pada saat-saat lebaran topat dan tahun baru sering diadakan panggung hiburan bantuan Pemkot, maka di Pantai Gadingpun mendapat hal yang sama.

Satirah menjelaskan, sebagai pengelola hasil dari parkiran dibagi bersama tiga belas orang teman lainnya yang ikut aktif baik sebagai tukang parkir maupun membantu kebersihan di sekitar lokasi. “Kebersihan sangat diperhatikan, bahkan hasil dari sampah kemarin (lebaran topat, red) kami dan juga para pedagang yang ada bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar pantai hingga sekitar pukul 23:00 wita dimulai selepas sholat Isya,” tegas Satirah.

Namun menurutnya karena kurangnya kesadaran akan kebersihan dari para pengunjung maka banyak sampah yang berserakan, padahal warga sekitar dianggap sudah mulai sadar akan kebersihan. Kembali kebersihan menjadi problem utama di destinasi wisata.

 

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono