Toko oleh2 Pasir

Mataram, Lombokinsider.com – PASIR alias pernak-pernik asli Rinjani adalah sebuah usaha rumahan yang menawarkan oleh-oleh khas Gunung Rinjani. Namun, ada yang unik dari usaha ini karena merupakan perpaduan antara hobi, seni, bisnis dan kepedulian lingkungan.

Sudah banyak nasehat bisnis dari para pakar maupun pengusaha terkenal tentang perlunya menjalanan bisnis sesuai dengan kesukaan atau hobi. Salah satunya nasehat dari Mark Zuckerberg, pendiri Facebook: “If you just work on stuff that you like and you’re passionate about, you don’t have to have a master plan with how things will play out.”

KHAS RINJANI. Sukarno berpose di toko oleh-olehnya.

KHAS RINJANI. Sukarno berpose di toko oleh-olehnya.

Sukarno, seorang PNS di Puskemas Narmada dan pecinta alam, rupanya sudah menjalankan nasehat itu. Dia membuka usaha oleh-oleh khas Gunung Rinjani berawal karena kecintaannya naik gunung. “Saya suka treking karena saat kerja di NTT pada 1993, saya harus berjalan kaki selama berjam-jam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setelah balik ke Lombok, saya suka naik Gunung Rinjani,” kata Sukarno, anak kedua dari 4 bersaudara kelahiran Lingsar, Lombok Barat.

Pada 2000 sambil bekerja di Puskesmas, Sukarno mulai mencoba membuka usaha pernak-pernik khas Gunung Rinjani. “Awalnya saya mendapat ide jualan ini ketika sedang mendaki bersama teman-teman. Beberapa menanyakan tempat membeli oleh-oleh khas pernak-pernik bertema Gunung Rinjani,” kisahnya.

Sukarno memulai usahanya dengan menjual oleh-oleh yang kecil dan ringan seperti gelang, stiker, dan gantungan kunci. “Setiap Sabtu dan Minggu, libur kerja, saya pergi ke Rinjani dan menjual oleh-oleh tersebut langsung kepada para pendaki,” kata Karno.

Hampir setiap Sabtu Minggu Sukarno selalu naik Gunung Rinjani. Karena sering dan terbiasa naik, dia hanya butuh sekitar 9 jam untuk sampai di puncak. “Di Rinjani saya menawarkan barang dagangan kepada para pendaki lain sekalian bagi-bagi kartu nama,” tutur Karno.

Kreatif dan Inovatif

Seiring waktu, usahanya pun perlahan mulai berkembang sehingga barang-barang yang dijual pun semakin banyak termasuk kaos, kain tenun, tas, sepatu, dan topi yang semuanya bertema Gunung Rinjani. “Memang ini yang diinginkan oleh teman-teman pendaki, sesuatu yang khas tentang gunung yang mereka naiki. Demikian juga dengan desain kaos, saya banyak mendapat masukkan ide dari para pendaki yang bertemu di atas gunung,’ jelasnya.

PEDULI. Sukarno sedang melayani pelanggan, para pendaki Rinjani.

PEDULI. Sukarno sedang melayani pelanggan, para pendaki Rinjani.

Karno pun kreatif berpromosi. Selain cara klasik dengan membagi-bagi kartu nama di gunung, Karno juga memanfaatkan internet dan media sosial FB, Instagram, WA dan juga BBM. “Alhamdulillah sekarang pelanggan sudah banyak terutama dari Malaysia, Jakarta, Bandung, Surabaya, Sulawesi, Makassar, Manado, Medan dan hampir seluruh Indonesia,” katanya.

Kepedulian Sosial

Jiwa sosial untuk berbagi dengan sesama, membuat Karno menyediakan tempat menginap gratis bagi para pendaki backpacker sehingga mereka bisa beristirahat semalam sebelum berangkat naik Gunung Rinjani ataupun sebaliknya.

Karena banyak pendaki yang menginap di rumahnya, Karno mengajak para tetangganya untuk membuka usaha. “Saya ajak tetangga untuk berjualan mi rebus atau goreng, kopi, pisang dan singkong goreng dan lain-lain untuk memenuhi kebutuhan para backpacker yang menginap. Tukang ojek juga saya berdayakan untuk melayani para pendaki,” tambah Karno.

Tidak hanya berjualan, Karno juga peduli lingkungan. Karno dan teman-temannya telah melakukan beberapa kampanye lingkungan baik di Gunung Rinjani maupun di beberapa pantai.

Toko PASIR: Pernak-pernik Asli Rinjani berada di Jalan Gora 2, di sebelah timur RSJ Mataram Desa Bug-bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Jam buka: 3 sore sampai 7:26; sesuai dengan tinggi Gunung Rinjani yakni 3726 meter.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono