Mataram, LombokInsider.com – Jelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (17/3), wisatawan dari Bali yang berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan, baik mancanegara maupun nusantara.

Hal ini dikatakan Lalu Abdul Hadi Faishal, Ketua PHRI NTB di Mataram. “Terlihat terjadi peningkatan dalam beberapa hari menjelang Nyepi di Bali. Wisatawan ingin menikmati suasana libur yang berbeda di Lombok. Ini rejeki bagi industri pariwisata NTB,” katanya.

“Ini hal yang wajar, seperti kita ketahui ketika Hari Raya Nyepi di Bali benar-benar sepi, penerangan minim, larangan untuk keluar, terutama di malam hari, penerbangan dan penyeberangan dari dan ke Bali juga di tutup sehari penuh pada hari-H, yakni Sabtu (17/3),” ujar Hadi.

Selain dampak Nyepi, peningkatan kunjungan, menurutnya disebabkan adanya beberapa meeting dan even yang berlangsung di Lombok.

“Indikasinya tingkat hunian kamar mengalami peningkatan, apalagi sudah libur mulai Sabtu. Beberapa pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di Bali juga dipindah ke Lombok,” ucapnya.

Akupansi hotel meningkat, tambahnya, karena banyak wisatawan yang direct dari Bali ke tiga gili dan juga Senggigi.

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Sehari sebelum Nyepi diadakan pawai Ogoh-ogoh, pawai ini banyak menarik perhatian wisatawan dan warga setempat, hal ini terjadi di Bali dan Lombok. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com