Gowes MTB di Bukit Bidadari

BIDADARI. Para peserta tengah bersiap menaiki tanjakan di jalur hutan lindung di trek enduro ‘Bukit Bidadari, desa Mekarsari, Gunung Sari, Lombok Barat.

 

Mataram, LombokInsider.com –┬áSalah satu keasyikan bersepeda gunung adalah bisa mencoba jalur-jalur baru yang penuh kejutan dan tantangan. Mencoba jalur baru juga berarti mencari tempat bermain baru untuk menghindari kejenuhan menempuh jalur-jalur yang sudah biasa dilalui. Berangkat dari gagasan itu, komunitas sepeda gunung Tinjal Pedal Mataram menjajal jalur baru yang dinamai Bukit Bidadari, Sabtu (24/9).

START. Bersiap memulai perjalanan di etape pertama, di ujung kanan Korea Beton.

START. Bersiap memulai perjalanan di etape pertama, di ujung kanan Korea Beton.

Raden Hartayadi alias Raden Wong didapuk menjadi marshal dalam perjalanan ini karena dia tinggal di Jeringo, di titik awal jalur yang akan dilalui di pintu masuk jalur Korea Beton. Pukul 7.00 peserta mulai berkumpul di beruga rumah Raden Wong. Kopi dan ubi rebus sudah tersaji di beruga. Sambil menunggu peserta yang lain, kami pun minum kopi hitam dan menyantap ubi rebus dengan lahap. Satu demi satu peserta pun berkumpul. Semua 17 orang yang ikut.

Etape 1: Bukit Sempeni

Sekitar pukul 07.30 dengan 2 mobil pick up, rombongan beserta sepedanya memulai perjalanan etape pertama di jalur Korea Beton. Karena jalan basah setelah diguyur hujan malam sebelumnya, banyak peserta yang memilih untuk berjalan kaki ketimbang berkendara di atas bak mobil pick up saat melintas di tanjakan tajam. Sekaligus sebagai pemanasan. Sebenarnya hanya diperlukan sekitar 20 menit untuk sampai di titik yang dituju, namun karena ada gangguan kendaraan, perlu 40 menit untuk menyelesaikan pengangkutan sepeda dan para rider yang memang iramanya agak santai pagi ini. Titik pendaratan adalah sebuah tanjakan di ujung Korea Beton, belok kanan ke arah Gelangsar, masih di daerah Mambalan.

450 DPL. Titik tertinggi dalam rute Bukit Bidadari.

450 DPL. Titik tertinggi dalam rute Bukit Bidadari.

Pukul 08.43 gowes baru dimulai dan langsung disuguhi jalur menanjak tajam. Karena itu baru sekitar 5 menit gowes, para peserta sudah harus dorong sepeda. Pukul 09.00 rombongan mencapai masjid desa, di mana dari sana perjalanan dilanjutkan ke arah kanan memasuki hutan. Tujuannya adalah ke Bukit Sempeni. Lagi-lagi perpaduan antara gowes dan dorong sepeda pun harus ditempuh para peserta di jalur yang berat di etape pertama ini. Pukul 09.14 rombongan pertama sudah mencapai warung baru di Bukit Sempeni, pemberhentian pertama. Pukul 09.30 semua anggota rombongan sudah tiba di Bukit Sempeni pada ketinggian 370 meter di atas permukaan laut. Sambil mengembalikan tenaga, peserta pun menikmati kopi hitam dan soto di warung ini.

Etape 2: Bukit Bidadari

Setelah kenyang dan cukup rehat, pada pukul 10.38 rombongan melanjutkan perjalanan etape kedua yakni Bukit Bidadari. Sebenarnya bukit ini adalah sebuah hutan lindung yang masuk dalam wilayah Sempeni, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat di Blok Meninting yang masuk dalam Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Rinjani Barat. Disebut Bukit Bidadari karena di ujung bukit ini ada sungai Penimbung dengan kolam-kolam yang indah. Sejatinya, kawasan hutan ini dipenuhi dengan pinus, karet, gaharu, petai, lengkeng, kluwih, durian, kemiri dan alpukat.

SINGLE TRACK. Turunan asyik di bibir tebing.

SINGLE TRACK. Turunan asyik di bibir tebing.

Jalur ini juga menanjak yang diawali dari ujung desa menuju hutan. Begitu masuk hutan pinus, tanjakan tajam dan licin mengharuskan para peserta berjuang keras mengayuh sepedanya dan juga mendorong sepeda mereka. Pukul 10.57 rombongan tiba di titik tertinggi rute ini yakni 450 meter di atas permukaan laut; atau naik 80 meter dari titik di warung Sempeni.

Pukul 11.05 perjalanan turun dimulai. Dari puncak ini peserta merasakan kenikmatan menuruni bukit di jalur single track di tepi teping dengan jalan tanah tertutup daun pohon yang licin. Karena semua baru pertama kali melewati jalur ini, para peserta pun sangat hati-hati. Turunan tidak terlalu panjang dan diselinggi dengan tanjakan di beberapa titik. Di ujung hutan, jalur masuk ke Penimbung melalui jalan tanah desa. Di ujung masuk desa, di jalan yang sudah diaspal, peserta belok kanan menuju Bukit Tinggi.

Etape 3: Bukit Tinggi

Pukul 11.40 rombongan melanjutkan perjalanan turun melalui Bukit Tinggi. Ini jalur yang sudah biasa dilewati pesepeda gunung Mataram namun tetap asyik untuk dilalui. Jalanan agak licin sehingga pada beberapa turunan harus hati-hati. Hanya ada satu tanjakan di ujung jembatan yang kembali memaksa para peserta untuk mendorong sepeda. Selebihnya adalah turunan yang menyenangkan dengan jalan tanah berbatu dengan tikungan dan turunan yang menantang.

BUKIT TINGGI. Bersiap turun di Bukit Tinggi, etape terakhir.

BUKIT TINGGI. Bersiap turun di Bukit Tinggi, etape terakhir.

Tepat pukul 11.00 rombongan sudah sampai di pertigaan kantor desa Mekarsari. Peserta rehat sebentar di titik ini sambil bersiap-siap untuk gowes pulang.

Rute enduro Bukit Bidadari ini bisa jadi alternatif jalur bersepeda gunung yang tidak terlalu jauh dari Mataram namun cukup jauh untuk dilalui. Dengan irama santai, rute ini bisa ditempuh dalam waktu lima jam, namun bila dengan irama yang lebih cepat, bisa ditempuh dalam waktu empat jam. Dibutuhkan stamina yang prima untuk menempuh rute ini karena dipenuhi dengan tanjakan-tanjakan berat. Tidak cukup banyak turunan panjang dengan gundukan-gundukan alami seperti jalur Rempek, Lombok Utara. Namun jalur single track dalam hutan lindung cukup enak untuk dilalui dan memberikan pemandangan yang indah.

Rute ini bisa diperpanjang dengan mengunjungi sungai Penimbung, dengan cara belok kiri sebelum masuk ke desa Penimbung. Rute ini juga bisa ditempuh dengan loading dari ujung jalur Sempeni yang tampaknya lebih bersahabat ketimbang loading dari Korea Beton.

Selamat mencoba. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono