Gili Sudak, Sekotong, Lombok Barat

Sekotong, LombokInsider.com – Daya tarik Lombok salah satunya adalah banyaknya tempat wisata kuliner yang khas ‘Lombok Style’ hasil kreasi para seniman kuliner di Pulau Beribu Masjid ini. Di Lombok wisatawan bisa mendapati makanan tradisional maupun internasional yang memiliki sentuhan khas Lombok dengan rasa pedas yang dominan. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah tempat di mana makanan-makanan Lombok Style itu dihidangkan.

Nah, makan di Gili Sudak perlu dicoba. Di sini Anda bisa mendapatkan cita rasa makanan Lombok Style dengan suasana pulau kecil yang menawan dan damai. Makan siang di Gili Sudak akan memberikan pengalaman kuliner yang sangat berbeda.

Empat Gili

Gili Sudak merupakan satu dari empat serangkai gili atau pulau kecil yang terletak di Sekotong, Lombok Barat. Keempat pulau itu adalah Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Sudak dan Gili Kedis. Tempat ini bisa dicapai dengan mobil dari Mataram selama sekitar 90 menit. Lalu di desa Sekotong Barat, kita bisa menyewa perahu dengan tarif Rp250.000 untuk mencapai satu pulau saja dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Untuk menjangkau keempat pulau, tarifnya Rp350.000.

BERMAIN IKAN di Gili Nanggu memberikan pengalaman yang mengasyikkan.

BERMAIN IKAN di Gili Nanggu memberikan pengalaman yang mengasyikkan. Foto: Kartika Cahya Kumala

Waktu yang ideal untuk berkunjung ke gili-gili adalah pagi hari sekitar pukul 10.00. Disarankan pertama mengunjungi Gili Nanggu seperti yang kami lakukan. Setelah tiba di Gili Nanggu, kami berenang dan menyelam di pinggir pantai. Acara yang paling menyenangkan adalah memberi makan ikan. Siapkan botol plastik kosong dan lubangi tutupnya. Lalu isi dengan roti tawar yang sudah dirobek kecil. Saat menyelam, isi botol dengan air laut; lalu keluarkan roti tawar di dalam botol dengan menekan botol. Bersabarlah. Dalam hitungan detik, ikan-ikan cantik akan menggerubuti Anda untuk berebut makan roti yang keluar dari lubang botol. Ini pengalaman yang mengasyikkan terutama bagi anak-anak. Tidak diperlukan keterampilan berenang untuk melakukan ini karena ikan sudah banyak di kedalaman 70 cm. Namun disarankan anak-anak dipasangkan jaket pelampung untuk keselamatannya.

Tempat bilas yang cukup bersih dengan air tawar juga tersedia di Gili Nanggu. Jangan lupa, luangkan waktu untuk menengok penangkaran penyu di Gili Nanggu. Luangkan donasi juga untuk turut mendukung konservasi penyu di sana.

Makan Siang Istimewa

Setelah puas dan cukup lelah, dan tentu saja lapar, berenang dan bermain-main dengan ikan di Gili Nanggu, kami meminta tukang perahu mengantar kami ke Gili Sudak yang berjarak sekitar 10 menit perjalanan. Tujuan kami hanya satu: makan siang.

Kami diantar ke Nirvana Gili Sudak, sebuah resor dengan restoran yang cukup ramai pengunjung. Kami memesan sup jagung, sup kepala ikan, plecing kangkung, cumi bakar dan nasi goreng. Untuk minuman kami memilih kelapa muda dan kopi hitam.

MENGESANKAN makan siang menu khas Lombok di restoran cantik di Gili Sudak

MENGESANKAN makan siang menu khas Lombok di restoran cantik di Gili Sudak. Foto: Kartika Cahya Kumala

Sambil menunggu makanan disajikan, kami berkeliling pantai dan menyaksikan wisatawan menikmati alam bawah laut dengan menyelam. Tak lupa memainkan kamera untuk mengabadikan memori dan keindahan alam di sana.

Makanan yang dipesan pun tiba. Kami pun segera melahapnya. Plecing pedas sekali. Sup kepala ikan segar istimewa. Cumi bakarnya tampak masih terlalu kecil. Mungkin sedang musim angin sehingga sulit mendapatkan cumi. Jamuan makan ditutup dengan menyeruput kelapa muda dan kopi hitam. Nikmat sekali. Apalagi ditimpali air laut yang segar dan pemandangan laut yang indah. Nikmatnya bertambah-tambah.

Selain rasanya pas, harganya pun pas. Tidak terlalu mahal untuk makanan kelas hotel berbintang yang disajikan di sebuah resor pulau yang istimewa ini.

Selepas makan siang, kami segera kembali ke Sekotong dengan terlebih dahulu mampir ke Gili Kedis sekadar untuk mengabadikan keindahan pulau super kecil yang berbentuk hati ini. (LI/KM)

 

 

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono