Pantai Kuta Lombok Tengah

Lombok Tengah, LombokInsider.com – Untuk mengembangkan usaha bersama dan kesejahteraan anggota, pedagang asongan di Kawasan Pantai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika membentuk Asosiasi Asongan Mandalika (AAM), Selasa (30/8) dengan Lalu Maulidin QH terpilih sebagai ketua dengan 237 anggota yang tersebar di Pantai Tanjung An, Pantai Seger dan Pantai Senek, Lombok Tengah.

BERSATU. Para pedagang asongan Mandalika berpose gembira. (Foto: Taufan Rahmadi)

BERSATU. Para pedagang asongan Mandalika berpose gembira. (Foto: Taufan Rahmadi)

“Pembentukan asosiasi ini merupakan langkah yang positif dan produktif dalam pembinaan masyarakat setempat yang berprofesi sebagai pedagang asongan di KEK Mandalika yang merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan destinasi Mandalika,” kata Taufan Rahmadi, Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Mandalika.

Ditambahkannya, dengan wadah asosiasi ini para anggota akan bisa meningkatkan wawasan kepariwisataan dan keterampilan berdagang sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

“Untuk tahap selanjutnya kami sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan di ASDEP TKDPM dan ITDC agar para anggota AAM ini dapat terus diberikan program-program pembinaan yang dapat meningkatkan kualitas dan wawasan mereka tentang tatacara melayani wisatawan , tentang pengembangan usaha dan sebagainya demi peningkatan kesejahteraan  mereka,” kata Taufan.

Asosiasi ini terbentuk berkat pendampingnan yang diberikan oleh Lombok Tourism Forum dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah. Pengurus asosiasi ini meliputi Pelindung dan Penasehat  yakni Bupati Lombok Tengah dan Kepala Disbudpar Lombok Tengah; Pendiri/Pembina Kanom  dan Muhammad Paris; Ketua: Lalu Maulidin QH, Sekretaris: Mirasa dan Bendahara: Sukaat.

Sebagaimana di destinasi wisata lainnya, di kawasan Mandalika juga banyak dijumpai pedagang asongan yang menjual pelbagai jenis oleh-oleh untuk para wisatawan. Banyaknya jumlah pedagang asongan menimbulkan persaingan yang ketat di antara para pedagang sehingga mereka kerab berlomba-lomba dalam menjajakan dagangan mereka. Usaha para pedagang asongan untuk meyakinkan calon pembeli kadang dirasakan mengganggu privasi para pelancong sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Dengan terbentuknya asosiasi ini maka para pedagang yang tergabung dalam asosiasi akan lebih tertata dan terorganisasi dalam menjalankan usahanya secara lebih profesional. Pelayanan yang ramah dan simpatik dari para pedagang asongan akan memberikan kesan yang positif pada para pelancong dan membuat mereka merasa nyaman dalam menikmati destinasi wisata dan berbelanja. (LI/KM)

 

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono