Sumbawa Barat, LombokInsider.com – Gili Kenawa di Sumbawa Barat semakin terkenal di kalangan wisatawan yang berkunjung ke wilayah timur Indonesia. Bahkan kini kapal-kapal pinisi yang membawa wisatawan asing dari Bali dan Gili Trawangan pun berlabuh di Gili Kenawa dalam perjalanan mereka ke Pulau Komodo.

“Walaupun hanya sekedar menjadi persinggahan, tetapi paling tidak Gili Kenawa telah menjadi pilihan sebagai destinasi yang perlu dikunjungi. Hanya saja fasilitas seperti dermaga tambat kapal belum tersedia. Sehingga kapal-kapal tersebut parkir di tengah laut dan diangkut dengan perahu kecil ke Gili Kenawa. Begitu juga dengan fasilitas lainnya seperti tempat istirahat yang menyediakan kuliner khas daerah belum tersedia,” kata Anas Patt

Wisatawan berkemah di Gili Kenawa. Photo: Anas P.

Wisatawan berkemah di Gili Kenawa. Photo: Anas P.

aray, staff Bidang Promosi Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang juga seorang pelancong.

Menurut Anas, dalam tiga tahun terakhir, Gili Kenawa telah menjadi salah satu destinasi favorit di Pulau Sumbawa. Selain jaraknya yang cukup dekat, kelebihan lainnya adalah pulaunya yang indah dan tidak berpenghuni. “Wisatawan merasa nyaman berada di Gili Kenawa karena pulaunya tenang dan tidak berpenduduk. Mereka umumnya berkemah di sini untuk menikmati pemandangan saat matahari terbit dan tenggelam yang memang sangat spektakuler di sini,” jelas Anas.

Wisatawan yang datang ke Gili Kenawa cukup beragam. “Kebanyakan mahasiswa dan pelancong mancanegara. Dalam satu tahun terakhir, banyak wisatawan asal Malaysia dan Jakarta yang datang ke Gili Kenawa hanya untuk berkemah beberapa malam,” tambah Anas.

Gili Kenawa juga memiliki daya tarik bawah air yang indah. Kondisi terumbu karang yang relatif terjaga menjadikan tempat ini dihuni banyak ikan yang indah. Banyak wisatawan yang melakukan olah raga snorkling dan menyelap di perairan Gili Kenawa dan sekitarnya.

Fasilitas umum dan sarana pendukung pariwisata di Gili Kenawa memang masih terbatas. “Di Desa Poto Tano ada sekitar 20 perahu nelayan dengan kapasitas 10-12 orang yang melayani wisatawan menuju Gili Kenawa, Gili Paserang dan sekitarnya. Tarifnya disesuaikan dengan jarak tempuh. Tarif perjalanan dari Poto Tano ke Gili Kenawa pergi pulang dengan satu perahu biasanya dikenai tarif Rp350.000 dengan waktu tempuh sekitar 15 menit sekali jalan,” kata Anas. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono