Pulau-pulau kecil yang terpencil dan tenang selalu menarik untuk dikunjungi. Salah satu gugusan pulau kecil di Lombok yang paling terkenal di kalangan wisatawan adalah gugusan tiga gili atau pulau kecil yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Gili Trawangan

Gili Trawangan adalah sebuah pulau kecil berukuran 3 Km dan lebar 2 Km dengan populasi sekitar 1200 jiwa. Bagian yang paling padat penduduk dari pulau ini adalah bagian timur. Menurut sejarah, Gili Trawangan dulunya merupakan tempat pengasingan nara pidana seperti Pulau Kambangan di Jawa Tengah atau Alcatraz di San Fransisco, Amerika Serikat. Pada saat Lombok masih dikuasai oleh Kerajaan Karangasem, Bali, banyak pemberontak Sasak yang ditangkap dan diasingkan ke pulau ini. Baru pada sekitar 1970-an pulau ini dijadikan tempat persinggahan pelaut Bugis dari Sulawesi yang kemudian menetap turun temurun di sini bersama warga Sasak dan Bali.

Gili Trawangan memiliki fasilitas yang paling memadai dibanding dua gili lainnya dengan hotel, restoran, penyedia olah raga air dan jasa pariwisata lainnya. Kendaraan bermotor dilarang beroperasi di pulau ini. Sarana transportasi utama adalah cidomo dan sepeda.

Hotel-hotel utama di Gili Trawangan adalah Les Villas Ottalia, Desa Dunia Beda Beach Resort, Hotel Villa Ombak, Hotel Ombak Sunset, Luce d’Alma Resort & Spa, The Trawangan Resort, Jambuluwuk Oceano Resort, Sunset Palms Resort, Danima Resort & Restaurant, Pesona Resort dan lainnya.

Wisatawan memiliki banyak pilihan kegiatan selama di Gili Trawangan. Beragam olah raga air tersedia seperti scuba diving, snorkeling, bermain kayak, surfing dan berenang di pantai. Sementara kegiatan di darat meliputi trekking, bersepeda dan berkuda; atau hanya duduk bersantai mendengar musik dari banyak kafe di sana.

Kelebihan lain Gili Trawangan adalah letak geografisnya yang memungkinkan wisatawan untuk melihat matahari terbit dan terbenam di pulau ini.

 

Gili Meno

Tidak jauh dari Gili Trawangan, terdapat pulau berukuran sekitar 2 km panjang dan 1 km lebar yang disebut Gili Meno. Pulau paling kecil dari tiga gili ini terkenal karena tempatnya yang lebih sepi, lebih indah dan damai.

Kegiatan wisata yang paling disukai di pulau ini mirip dengan di Gili Trawangan. Hanya saja Gili Meno memiliki atraksi lainnya yakni taman burung. Gili Meno juga terkenal dengan pemandangan bawah air terutama di lokasi yang disebut dengan Gili Meno Walls di mana hewan-hewan laut dan ikan dengan ramah berenang di air yang dangkal.

Hotel, restoran dan café di Gili Meno tidak sebanyak di Gili Trawangan. Hotel yang terkenal di Gili Meno adalah Mahogany Cottage, MAHAMAYA Boutique Resort, Les Villas Ottalia – Meno, Adeng-Adeng Bungalows, Hotel Gazebo Meno, Paul’s Last Resort, Mahogany Cottage, Kura Kura Beach Resort dan lainnya.

 

Gili Air

Gili Air adalah tempat yang paling sepi dan paling sedikit sarana pendukung pariwisatanya dibanding Gili Trawangan dan Gili Meno. Meskipun begitu, kini sarana pariwisata terus berkembang di Gili Meno termasuk sudah adanya ATM yang beroperasi di sana.

Namun Gili Meno juga memiliki penggemar yang khusus yakni mereka yang lebih menyukai ketenangan dan kehidupan pedesaan.

Beberapa hotel di Gili Air adalah Coconut Cottages, Hotel Gili Air, Sejuk Cottages, Villa Karang, 7SEAS Cottages, Scallywags Smugglers Hideaway, Manta Dive Gili Air Resort dan lainnya.

 

Menuju ke Gili

Gugusan kepulauan kecil ini bisa dicapai dengan kapal cepat dari Pelabuhan Bangsal di Lombok Barat dengan jarak tempuh sekitar satu jam atau dari Senggigi dengan jarak tempuh sekitar setengah jam. Banyak juga wisatawan yang langsung datang dari Pelabuhan Padangbai di Bali ke Gili Trawangan. (LI/AM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono