TENANG. Pantai Nipah dilihat dari atas.

Mataram, Lombokinsider.com – Ada dua daya tarik yang ditawarkan destinasi Pantai Nipah di Tanjung, Lombok Utara. Pertama adalah pantainya yang indah dan tenang jauh dari hiruk pikuk manusia. Kedua adalah hidangan ikan bakar yang menggoda cita rasa.

Pantai Nipah terletak di Dusun Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Pantai ini bisa dicapai dengan perjalanan sekitar 45 menit dari Kota Mataram melewati jalan aspal yang mulus namun dengan beberapa tanjakan yang cukup tinggi melalui kawasan wisata Senggigi dan Malimbu dengan pemandangan bukit hijau sebelah kanan dan hamparan pantai di sebelah kiri. Kontur jalan yang berbelok-belok dan naik-turun membuat perjalanan menuju pantai ini menjadi petualangan yang cukup seru.

TENANG. Pantai Nipah menawarkan keindahan dan ketenangan.

TENANG. Pantai Nipah menawarkan keindahan dan ketenangan.

Pantai ini berada di sebuah teluk dengan ombak yang tenang dan pantai yang landai, air laut yang jernih serta pasir pantai yang lembut membuat anda akan betah berlama-lama di sana. Pantai ini juga cocok untuk keluarga berendam atau snorkel.

Kuliner Khas Lombok

Selain keindahan dan ketenangannya, Pantai Nipah juga terkenal karena kulinernya. Di sepanjang jalan dekat pintu masuk dan tepi pantai Nipah telah tersedia kuliner khas ikan laut bakar, terong bakar dan plecing kangkung serta sayur bening.

Udin adalah salah satu penjual ikan bakar di Nipah. Bermacam jenis ikan laut dijualnya seperti baronang, kakap, kerapu, pogot, languan, cumi dan udang.

“Saya berjualan di sini baru sekitar dua tahun. Sebelumnya saya jualan di pi

LEZAT. Hidangan ikan bakar khas Nipah yang terkenal.

LEZAT. Hidangan ikan bakar khas Nipah yang terkenal.

nggir jalan raya dekat pintu masuk. Alhamdulillah kalau pas musim liburan dan ramai bisa dapat Rp4-5juta sehari. Tapi kalau hari biasa, pada Sabtu dan Minggu penghasilan bisa mencapai Rp1,5 – 2 juta,” kata Udin, bapak empat anak yang dulunya bekerja sebagai pramuwisata.

Saat berjualan Udin dibantu istri dan anak-anaknya juga saudara lainnya. Pelanggannya juga sudah lumayan banyak, biasanya tamu dari Surabaya, Bandung, Jakarta, bahkan ada juga dari Malaysia dan Belanda. Selain pedagang ikan ada juga beberapa orang pedagang asongan yang menjual mutiara dan kaos Lombok sebagai oleh-oleh.

Sementara itu Herani penjaga tempat bilas dan toilet serta musholla mengatakan bahwa dia bisa memperoleh pendapatan yang lumayan besar jika sedang ramai. “Kalau ramai seperti kemarin (Minggu 17/7, red) saya bisa dapat hingga Rp500.000 dari pengguna fasilitas ini,” jelas Herani.

Menurut Herani, fasilitas ini dibangun oleh Hj Haini dan suaminnya H. Lukman. Herani diminta untuk merawat dan membersihkannya sejak tujuh tahun lalu. “Hasilnya dibagi dua antara saya sebagai pengelola dan Hj. Haini sebagai pemilik, bahkan kadang diberi lebih banyak oleh Bu Haji,” jelasnya.

Terdapat puluhan lapak yang dibangun secara swadaya oleh para pedagang ikan dan tertata cukup rapi serta bersih sehingga membuat pengunjung betah. Ikan diperoleh dari nelayan sekitar pantai karena penduduk asli Nipah mayoritas nelayan.

Beberapa pengunjung lebih memilih datang ke tempat seperti ini di saat hari biasa agar tidak terlalu ramai. “Saya dan keluarga agak risih kalau banyak orang. Nah kalau sekarang ini lebih nyaman karena sepi,” kata Ahmad Ahmaji dari Mataram, yang rencananya akan ke Lombok Utara bersama istri dan dua putirnya, namun mampir ke pantai ini.

Pantai Nipah perlu penataan dan penambahan fasilitas seperti toilet dan tempat bilas serta peningkatan kebersihan agar destinasi wisata pantai yang indah dan kuliner ikan bakar yang lezat bisa semakin menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono