Kerajinan cukli Lombok dari Kota Mataram

Mataram, LombokInsider.com – Cukli memang tidak setenar mutiara meskipun keduanya dari dari bahan baku yang sama. Bila mutiara adalah biji di dalam kerang mutiara, maka cukli adalah cangkang kerang mutiara bagian dalam. Cangkang inilah yang dipotong-potong lalu dijadikan motif hiasan pada media kayu yang disebut cukli.

“Cukli mulai dikenal publik pada sekitar 1990an. Meskipun masyarakat sudah lama membuat hiasan cukli untuk keperluan sendiri,” kata Herman Fanani, perajin cukli dari Jangkuk Rungkang, Sayang-sayang, Kota Mataram.

Cukli merupakan potongan kecil kulit kerang mutiara yang ditempel pada aneka kerajinan kayu, dengan motif yang dibentuk beraneka ragam misalnya flora fauna dan ornamen primitif. Pada awalnya warga kampung Jangkuk Rungkak ini menciptakan kerajinan periuk dan perkakas rumah tangga. “Namun karena kurang laku di pasaran, akhirnya mereka mulai mencari barang-barang antik peninggalan Sasak seperti keris, guci, keramik, berugak, pintu, jendela dan kotak antik yang dikombinasikan dengan cukli,” kata Herman.

Herman Fanani, pemilik Lombok Craft di Jl. Jenderal Sudirman, Mataram, menjelaskan bahwa usaha ini merupakan bisnis turun temurun. “Saya mulai usaha sendiri sejak 2012 dengan menjual berbagai macam barang dari cukli, seperti furnitur, gerabah, lemari, topeng, kotak tisu dan lain-lain,” kata Herman yang memiliki 9 pengrajin.

DIMINATI. Pengunjung sedang dilayani di toko kerajinan cukli Lombok Craft, Mataram.

DIMINATI. Pengunjung sedang dilayani di toko kerajinan cukli Lombok Craft, Mataram.

Rumit dan Sulit 

Pembuatan kerajinan cukli memiliki tingkat kerumitan dan kesulitan yang tinggi. Kerajinan ini ibarat memasang potongan-potongan puzzle menjadi bentuk yang serasi. “Tingkat kesulitan memang lumayan tinggi karena harus menanam kulit kerang yang kecil kedalam kayu yang sebelumnya harus dibuat pola atau gambar ukiran dan lainnya sesuai yang diinginkan,” jelas Herman.

Menurut Herman, bahan kayu menggunakan kayu mahoni atau jati sumbawa. Sedangkan untuk kulit kerang didapat dari pemasok di Lombok Timur.

Harga jual berkisar mulai dari puluhan hingga ratusan ribu untuk barang dagangan kecil. Sedangkan untuk perabot rumah tangga seperti kursi tamu atau meja makan, kisaran harga mencapai Rp 6-9 juta per set yang terdiri dari 1 kursi panjang, dua pendek dan satu meja.

“Pelanggan saya banyak yang menggunakan cukli untuk kebutuhan pribadi dan kebanyakan dari lokal Mataram. Kalau tamu luar daerah sangat jarang karena harga berbanding ongkos kirim hampir 50:50,” kata Herman.

Tetap Diminati

Biasanya barang-barang hasil kerajinan cukli yang dihasilkan di Jangkuk Rungkak banyak dikirim ke Jawa. Pasar luar negeri juga mulai ada pembeli walaupun tidak banyak yakni dari Cile, Meksiko dan Amerika Latin lainnya.

“Kami berharap Pemerintah Kota dan Provinsi dalam hal ini Dinas Perdaganngan dan Industri, lebih sering mengadakan pameran sebagai ajang promosi bagi para pengrajin dan pedagang cukli,” kata Herman yang beberapa kali mengikuti pameran lokal dan nasional.

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono