Bukit Korea Kelapa.

Mataram, LombokInsider.com – Setiap hari sekitar 50 pesepeda gunung bermain ke tempat ini. Bahkan pada akhir pekan jumlahnya bisa berlipat dua. Itulah Bukit Korea, destinasi wisata sepeda gunung paling favorit di Lombok. Bagi pesepeda gunung Mataram dan sekitarnya, Bukit Korea merupakan rute terdekat dan termudah untuk dicapai sehingga menjadi pilihan nomor wahid yang wajib dikunjungi untuk bersepeda sehari-hari atau minimal seminggu sekali. Saking terkenalnya, banyak pesepeda dari luar Lombok yang penasaran dan ingin mengunjungi destinasi ini.

Karena begitu terkenalnya tempat ini, sudah banyak yang membuat tulisan atau ulasan; atau sekadar postingan di media sosial tentang perjalanan mereka ke tempat ini. Hanya saja karena melegendanya tempat ini, setiap waktu ada saja pesepeda baru yang ingin bermain ke sini dan membutuhkan informasi tentang destinasi wisata sepeda gunung ini. Tidak jarang penulis mendapati beberapa pesepeda tersesat atau kesulitan mencari jalan ke Bukit Korea. Inilah yang mendorong penulis untuk menulis sekilas tentang tempat ini.

Dekat, Mudah dan Indah

Konon nama Bukit Korea diambil karena di atas bukit itu terdapat lahan tanah luas milik warga negara Korea. Secara administratif, Bukit Korea terdapat di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, yang berbatasan dengan Kota Mataram. Silakan ikuti link di bawah untuk melihat lokasi dan rutenya di google map.

Rute favorit penulis untuk menuju Bukit Korea adalah melalui jalan Bung Karno lalu melalui jalan baru terusan Bung Hatta sampai di pertigaan Jl Jendral Sudirman belok kanan. Sekitar 300 meter dari pertigaan tersebut, belok kiri pada gang yang bertuliskan Kawasan Penjualan Ikan Segar Gegutu Timur, Rembiga, Kota Mataram (lihat foto 1). Jalan menurun dan melewati jembatan. Ikuti terus jalan ini sampai ada pertigaan ke arah Kekeri, ikuti jalan yang lurus, jangan belok kiri, sampai ketemu masjid besar Kelurahan Kekeri yang belum jadi di sebelah kanan, jalan terus sekitar 100 meter dan ketemu PAUD Halimatus Sakdiah; belok kiri dan ikuti jalan desa; lalu masuk sawah dan lewat jembatan gantung yang indah untuk berfoto (lihat foto 2a dan 2b).

Di ujung jalan itu akan ketemu desa lagi, lalu menyeberang jalan umum, masuk jalan desa lagi sampai tiba di jembatan dan belok kiri pada Jalan Makam Batu Riti. Sekitar 200 meter dari jembatan terdapat jalan tanah menanjak, yang saat ini belum ada rambu penanda apa pun, itulah jalan masuk ke Bukit Korea (lihat foto 3). Jadi secara singkat rutenya adalah Mataram – Gegutu – Kekeri – Makam Batu Riti – Bukit Korea.

Rute Pendek Tapi Menantang

Boleh dikatakan rute Bukit Korea ini adalah rute untuk semua orang baik bagi yang sudah pengalaman maupun yang pemula, baik laki-laki maupun perempuan, baik muda maupun senior. Rute ini juga asyik digowes pagi, siang maupun petang; musim panas maupun musim hujan.

Rutenya tidak terlalu panjang, hanya sekitar 3 km. Namun medannya menajak mulai dari start sampai finish. Untuk pemula dan pesepeda sudah berumur 40 plus, harus sudah pasang gigi paling ringan dari start dan terus pakai gigi itu sampai finish.

Untuk finish ada tiga pilihan paling populer. Pertama adalah Korea Lapangan, yakni pemberhentian terdekat pada tanah lapang. Bagi pemula yang pertama kali naik ke Bukit Korea, pemberhentian ini cukup untuk membuat nafas tersengal-sengal. Ada spot bagus untuk berfoto di pemberhentian ini, yakni dari lapangan turun sedikit ke arah kiri sampai ke ujung ada lahan terbuka sedikit yang cukup tinggi sehingga bisa melihat kota Mataram dari sini (lihat foto 4). Pastikan membawa cukup air karena saat ini di pemberhentian ini tidak ada warung yang menjual minuman.

Pemberhentian kedua adalah Korea Alfa Mart. Nah ini tidak ada kaitannya dengan jaringan ritel itu. Disebut demikian karena ada warung kopi di tempat pemberhentian di tanjakan ini (lihat foto 5). Ini adalah pemberhentian paling favorit karena jaraknya sedang, tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh, namun cukup untuk mengeluarkan keringat dan toksin-toksin di dalam tubuh. Yang lebih penting lagi, di sini ada warung kopi yang juga menyediakan air nira yang segar dan manis. Juga pisang rebus serta pelbagai minuman dingin dan buah. Di sinilah tempat kumpulnya para pecinta MTB di Mataram dari pelbagai klub. Semua bisa bersilaturahmi, ngobrol dan bercanda di sini. Duduk santai di 2 beruga dan di warung sambil minum kopi. Tanpa perlu membuat janji. Sehingga kalau Anda gowes sendirian dari Kota Mataram, maka bisa dipastikan di titik ini Anda akan bertemu dengan banyak teman.

Pemberhentian ketiga adalah Korea Kelapa. Disebut demikian karena di sini ada tanah terbuka dengan beberapa pohon kelapa dengan pemandangan Kota Mataram yang indah. Tempat ini sering dijadikan tempat kemah juga oleh anak-anak sekolah. Ini adalah spot yang terbaik untuk berfoto dengan latar belakang Kota Mataram (lihat foto 6).

Turunan Asyik

Nah, selain mencari keringat saat gowes naik, yang paling asyik di Bukit Korea adalah turunannya. Meskipun tidak terlalu panjang, namun cukup menghibur andrenalin. Dari Korea Kelapa turun sampai Korea Lapangan bisa melaju dengan kecepatan tinggi karena jalannya cukup lebar; bisa mengakomodasi dua jalur yakni naik dan turun, pada jalan yang sama saat naik. Setelah lapangan, belok kiri adalah jalur tunggal, yang berbeda dengan jalur naik, yang juga dilalui oleh penduduk yang naik motor atau jalan kaki sehingga perlu berhati-hati. Hanya butuh waktu sekitar 10 – 15 menit untuk menuruni seluruh trek ini. Ingat, ini adalah jalan masyarakat. Pesepeda hanya menumpang lewat di sini. Jadi, pesepeda harus tahu diri dan selalu mengalah dan menghormati masyarakat pemilik jalan yang sesungguhnya (lihat foto 7).

Total waktu tempuh dari Kota Mataram sampai ke Korea Kelapa sekitar 60 menit bila bersepeda santai; atau sekitar 45 menit bila gowes agak cepat. Sedangkan perjalanan turun dan kembali ke Mataram bisa lebih cepat yakni sekitar 30 – 45 menit saja.

Meskipun Anda sudah ke pelbagai trek, namun trek Bukit Korea ini layak dicoba. Bukan sekadar rute dan treknya, namun silaturahmi antar penggemar MTB yang lebih mengasyikkan. Tidak ada tempat bersepeda gunung yang lebih ramai dan asyik dibanding Bukit Korea. Selamat mencoba bagi yang belum pernah ke sana. Bila perlu bantuan, silakan google klub-klub MTB di Facebook yang banyak sekali yang siap membantu, memandu dan menemani Anda. (LI/KM)

 

Link:

  1. Desa Dopang: https://www.google.co.id/maps/place/Dopang,+Gunung+Sari,+West+Lombok+Regency,+West+Nusa+Tenggara/@-8.5130149,116.1267521,12z/data=!4m2!3m1!1s0x2dcdc1504df83709:0xe9554d9bf4a531df?hl=en
  2. Rute Menuju Lokasi Bukit Korea: https://www.google.co.id/maps/dir/Mataram,+Mataram+City,+West+Nusa+Tenggara/Bukit+Korea+Dopang,+Dopang,+Gn.+Sari,+Kabupaten+Lombok+Barat,+Nusa+Tenggara+Bar./@-8.5493968,116.1179775,15z/data=!4m8!4m7!1m2!1m1!1s0x2dcdbf5f22de1ef1:0x3030bfbcaf7d0d0!1m2!1m1!1s0x2dcdc131d18b76b1:0x8903c9a2025882ef!3e0?hl=en
  3. Jalan Makan Batu Rinti ke Bukit Korea:

https://www.google.co.id/maps/dir/Jalan+Makam+Baturiti,+Mambalan,+Gunung+Sari,+Kabupaten+Lombok+Barat,+Nusa+Tenggara+Barat/Bukit+Korea+Dopang,+Dopang,+Gn.+Sari,+Kabupaten+Lombok+Barat,+Nusa+Tenggara+Bar./@-8.5353345,116.1333202,15z/data=!4m8!4m7!1m2!1m1!1s0x2dcdc0d6c02c767d:0xa3c27a6aea5fce9!1m2!1m1!1s0x2dcdc131d18b76b1:0x8903c9a2025882ef!3e0

Gang Gegutu

Foto 1: Gang Gegutu di Jl Jenderal Sudirman, awal masuk ke jalur Bukit Korea dari Mataram

Foto 2a: Jalan sawah yang indah menjelang Kekeri.

Foto 2a: Jalan sawah yang indah menjelang Kekeri.

Foto 2b: Jembatan gantung yang ikonik di Kekeri.

Foto 2b: Jembatan gantung yang ikonik di Kekeri.

Foto 3: Jalan masuk ke trek Bukit Korea di jalan Makam Batu Riti

Foto 3: Jalan masuk ke trek Bukit Korea di jalan Makam Batu Riti

Foto 5: Bukit Korea Alfamart, tempat ngopi dan silaturahmi pecinta MTB Lombok

Foto 5: Bukit Korea Alfamart, tempat ngopi dan silaturahmi pecinta MTB Lombok

Foto 7: Bukit Korea Kelapa. Spot paling indah untuk berfoto.

Foto 7: Bukit Korea Kelapa. Spot paling indah untuk berfoto.

Foto 4: Bukit Korea Lapangan, pemberhentian pertama.

Foto 4: Bukit Korea Lapangan, pemberhentian pertama.

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono