Wisatawan asing di Guung Rinajni

EMPAT ASPEK. Empat aspek Rinjani Geopark yang akan dikembangkan adalah geotour, geoculinary, geosouvenir dan geohomestay. (Foto: BPPD NTB)

 

Mataram, LombokInsider.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Institut Teknologi Bandung akan membentuk Rumah Kreatif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di lingkar Gunung Rinjani.

“Kami insya Allah siap untuk memberikan bantuan melalui Program CSR Rumah Kreatif BNI asalkan program ini didukung penuh oleh masyarakat daerah sekitar Gunung Rinjani dan juga pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten atau kota dan provinsi,” kata Ahmad Indra, Kepala Cabang BNI 46 Mataram dalam Diklat Pendampingan Pengembangan Produk Pariwisata di Jalur Geowisata Geopark Rinjani Lombok melalui Program CSR Rumah Kreatif BNI di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB pada Jum’at (12/8).

Salah satu produk mitra binaan BNI yakni seni pahat kayu dan logam untuk dekorasi.

Salah satu produk mitra binaan BNI yakni seni pahat kayu dan logam untuk dekorasi. Foto: BNI

“Kami berharap jika nantinya masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dapat membentuk manajemen rumah kreatif yang dapat berfikir dan berlaku kreatif serta inovatif sehingga program CSR ini dapat berlanjut,” jelas Indra.

Empat Sasaran

Sementara itu Yani Andriani dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang nantinya akan bekerjasama dengan BNI menjelaskan tentang empat sasaran yang akan dipromosikan agar daerah kawasan Rinjani bisa menjadi salah satu geopark dunia dapat lebih dikenal.

“Pertama adalah pengembangan geotour yang akan didampingi oleh PP2PAR ITB dan ASITA NTB. Kedua, geokuliner yang akan didampingi oleh chef  Lukman Ahmadi (Hotel Pratama) dan Poltekpar Mataram. Ketiga, geosouvenir dengan pelatihan dan pendampingan dari Dekranasda NTB dan Indriyatno. Keempat geohomestay dengan pelatihan dan pendampingan dari PP2PAR ITB dan DPH Geopark Rinjani,” kata Yani.

Yani Andriani menjelaskan bahwa BNI dan ITB akan membantu masyarakat membuat situs web komersial untuk meningkatkan daya jual dari keempat produk tersebut. Hal yang bisa ditiru oleh Geopark Rinjani adalah apa yang telah di lakukan di Pulau Jeju, Korea, di mana produk-produk dari keempat komoditas di atas disesuaikan dengan topiknya yaitu Geopark Rinjani. Diharapakan nantinya masyarakat dapat mandiri setelah masa pendampingan hingga pertengahan 2017 mendatang. Para peserta yang hadir saat itu berasal dari lingkar Gunung Rinjani, mulai dari Senaru, Sesaot, Aiknyet, Batukliang, Sembalun, dan lainnya. Hadir juga perwakilan Bappeda, GIZ Sargip, Taman Budaya, Perindag dan SKPD terkait.

SINERGI. Pengembangan Geopark Rinjani perlu sinergi semua unsur.

SINERGI. Pengembangan Geopark Rinjani perlu sinergi semua unsur.

Sinergi Semua Pihak

Sementara Asisten Deputi Kemenpar RI bidang Wisata Alam dan Buatan, Azwir Maloan mengatakan bahwa salah satu tujuan diusulkannya Gunung Rinjani masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark (UGG) oleh Pemerintah Pusat adalah untuk mempromosikan Pulau Lombok sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus juga untuk memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar Rinjani.

“Bahkan Presiden RI sendiri sangat memperhatikan dan memberikan perhatian terhadap pengembangan kawasan Gunung Rinjani ini sehingga mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2016 tentang pengembangan kawasan Geopark Gunung Rinjani,” kata Azwir Maloan.

Menurutnya keterlibatan Bank BNI 46 Mataram melalui programnya, Rumah Kreatif BNI yang hendak memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan Geopark Gunung Rinjani, tentu sangat diapresiasi.

“Mengembangkan sektor kepariwisataan itu tak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus ada sinergi dari seluruh pihak terkait tak terkecuali  perbankan dan BNI tidak perlu ragu-ragu untuk berinvestasi saya sebagai jaminannya,” papar Azwir dihadapan peserta yang hadir.

Sedangkan Dr Basuki Prayitno, pengawat pariwisata NTB, sekaligus mewakili Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), yang selama ini telah ikut serta dalam upaya pengembangan desa-desa wisata di Lombok, juga menyambut baik kehadiran Rumah Kreatif BNI. “Selama ini GIZ telah melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa-desa wisata khususnya terkait peningkatan kapasitas penduduk desa dan promosi desa di pasar lokal maupun mancanegara,” jelasnya.

Sementara M. Faisal Kepala Taman Budaya NTB mengingatkan untuk selalu memasukan unsur seni dan budaya NTB kedalam konsep promosi Geopark Rinjani yang akan ditonjolkan dalam empat unsur Geotour, Geokuliner, Geosuvenir dan Geohomestay.

Nyoman Yuli Suryani dari Bappeda NTB juga menyatakan siap memberikan dukungan bersama Perindag dan UMKM terkait hal ini.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono