Sungai Ancar, Mataram
azmi dan faturrahman

Perlu kepedulian semua pihak untuk wujudkan sungai bersih. Syahrial Azmi, Ketua Kelompok Peduli Sungai (kiri) dan Faturrahman, Lurah Kekalik Jaya (kanan)

Mataram, Lombokinsider.com – Tidak seperti biasanya pagi ini Minggu (29/5), bantaran sungai Ancar di wilayah kelurahan Kekalik Jaya dipenuhi oleh masyarakat setempat dan umum yang mengikuti acara Bersih Sungai dan Mancing bersama Masyarakat Kekalik Jaya. Spanduk-spanduk kampanye dan himbauan pun terpasang meriah di samping sungai.

“Acara ini dimaksudkan untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan utamanya bantaran sungai Ancar,” kata Syahrial Azmi, ketua panitia.

Acara ini merupakan inisiatif dari Badan Promosi Pariwisata Kota mataram, Pemerintah Kota Mataram dan Kelompok Peduli Sungai (KPS) yang ada di Mataram dengan sponsor tunggal Fizz Hotel. Jika seluruh pihak terkait bersinergi untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan khususnya bantaran-bantaran sungai yang ada di seluruh kota, maka bisa kita lihat betapa indahnya sungai yang bersih dari sampah,” ungkap Azmi yang juga ketua KPS.

Semangat Perubahan

Acara ini merupakan kelanjutan acara serupa sebelumnya yakni acara mulung sampah di sungai. Karena kiprahnya yang gencar melakukan aksi kebersihan sungai, kelompok ini juga diikutkan dalam lomba kepedulian sungai yang diadakan oleh Badan Wilayah Sungai Nusa Tenggara Barat untuk mewakili NTB ke tingkat nasional.

“Insya Allah beberapa bulan ke depan juga akan kami adakan lomba kano, sekarang sedang dalam tahap penjajakan. Bantaran sungai Ancar yang tadinya penuh sampah ini, sekarang sudah kami sulap menjadi salah satu destinasi wisata di kota Mataram,” pungkas Azmi.

Aksi kelompok peduli sungai ini mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pemerintah Kota Mataram. “Saya sangat berharap dengan diadakannya acara ini dapat membangkitkan semangat dan jiwa bersih masyarakat. Acara seperti ini patut dihargai karena memang tidak mudah untuk mengubah pola hidup masyarakat, harus terus menerus diingatkan tentang kebersihan lingkungan,” kata Faturrahman, Lurah Kekalik Jaya.

Aksi pembersihan lingkungan sungai ini sudah dilakukan sekitar tiga tahun terakhir. Lingkungan sungai ini sebelumnya kumuh karena banyak kegiatan masyarakat yang tidak ramah lingkungan. “Sekarang kita bisa melihat hasilnya. Sungai yang bersih pun terwujud seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat. Alhamdulillah Pemkot Mataram dalam hal ini melaui dinas Koperindag juga sudah membantu banyak, mereka membuatkan lapak-lapak, juga 1 buah motor roda tiga untuk operasional kebersihan serta jalan setapak yang ditata rapi selebar 1,5 m sepanjang hampir 2 km,” lanjut Fatur.

“Kami juga berharap kedepannya agar sungai Ancar dapat menjadi salah satu destinasi wisata baru sehingga bisa berdampak positif terhadap perekonomian warga setempat. Salah satunya, pada Ramadhan ini lapak-lapak bantuan pemkot tersebut akan dijadikan pusat kuliner dari olahan kedelai,” tambah Fatur.

Destinasi Wisata Sungai

Penataan dan pembersihan sungai perlu digalakkan pada lingkungan sungai-sungai lainnya. “Semoga hal seperti ini bisa kami tularkan kepada daerah bantaran sungai lainnya sehingga semakin banyak destinasi wisata baru di Kota Mataram,” pungkas Azmi.

Acara mancing ini tidak dipungut biaya alias gratis, bahkan para peserta nantinya akan memperoleh hadiah undian yang disediakan panitia dan sponsor, sekitar 400 kupon telah disebar panitia lomba. Acara mancing bersama ini dimulai sekitar pukul 09:00 pagi hingga selesai, ditandai dengan pelepasan ikan secara simbolis oleh Lurah Kekalik Jaya, ketua panitia dan pemilik FIZZ hotel Mataram. Para peserta yang jumlahnya ratusan dan undangan yang hadir tampak sudah tidak sabar, bahkan ada beberapa peserta yang sudah mulai duluan memancing, mungkin sudah ingin cepat-cepat memperoleh hadiah, panitia dan sponsor telah menyediakan LCD TV, dispenser, kipas angin, kompor gas, DVD player dan lainnya.

Keterlibatan FIZZ hotel dalam acara ini merupakan wujud tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. “Ini merupakan langkah nyata kami untuk ikut berperan dalam membangun lingkungan sekitar yang bersih dan aman, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” kata Firad Fariska, pemilik hotel FIZZ. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono